Senin, 19 Mei 2025

Membicarakan Keberuntungan dari Seorang Anak Karena Doa Orang Tuanya.

Oleh Khoiruddin As-Sajari

Pernahkah kalian menyaksikan orang lain, teman, atau bahkan Sahabat kalian sendiri selalu terlihat beruntung dalam segala hal..? semisal orang tersebut selalu juara kelas, selalu dapat undian atau bahkan dalam Pendidikan dia dapat beasiswa. Padahal kalua dipikir-pikir dia bukan tipe orang yang pintar apalagi cerdas. Orang tersebut terlihat biasa-biasa saja, mamun dia mendapatkan beasiswa, atau kalian menyaksikan teman kalian yang tidak terlalau pintar tetapi bisa menyelesaiakan kuliah selama 3,5 tahun karena faktor pembimbing skripsinya baik, pada saat proses bimbingan dosennya selalu ada dan mempermudahnya dalam bimbingan diberi arahan dengan baik, sehingga dia bisa dengan cepat menyelesaikannya dengan cepat.

            Jika kalian pernah bertemu dan menyaksikan ciri-ciri seperti orang tersebut  atau bahkan kalian sendiri merasa dan mengalami hal tersebut. Fiks kalia termasuk dalam orang-orang yang beruntung tersebut. Mengapa saya bisa menuyimpulkan demikian, karena berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Penulis beberapa kali dan bahkan sering bertemu dengan orang-orang dengan kriteria tersebut. Misalnya temen saya si A (saya tidak mau menyebutkan nama aslinya). Si A ini menurutku selalu mendapatkan keberuntungan seperti Ketika dia kuliah, dia mendapatakn Beasiswa Bidik Misi, kuliahnya lancer tanpa kendala, dosen selalu baik dengan dia, dosen pembimbingnya baik, dan yang paling mencengangkan si A ini berhasil mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan Pendidikan magisternya.

            Melihat keberuntungan-keberuntungan tersebut, saya mengajaknya untuk mengobrol Santai sambil diskusi diwarung kopi atau Bahasa kerennya di salah satu Kafe di Pamekasan. Saya ajaklah ngobrol orang tersebut, seperti biasa awalnya bincang-bincang Santai; nanyak kabar, bagaiaman aegiatannya sehari-hari, dan lain-lain. masuklah saya pada obrolan bagaimana caranya bisa lolos beasiswa LPDP tersebut. Dikasihlah sama si A ini beberapa tutorial untuk lolos. Tentunya dengan usaha dan belajar yang maksimal itu menjadi persyaratan mutlak untuk mencapai keinginan kita. Namun dia menambahkan bahwa, semua usahanya akan sia-sia bila tidak dibekali dengan doa terutama Doa orangtuanya apalagi doa seoarng ibu. Dia mengatakan 90% itu usaha kita 10% itu hasil doa orang tuanya. Jadi, semaksimal apapaun kamu berusaha dan berdoa, bila tidak disertai izin dan tirakat seorang ibu pasti akan kalah dengan dengan orang lain. Nah, karena kekepoan saya, sayapun bertanya lantas bagaiaman bisa dia bilang seperti itu? Mungkin dia berangkat berdasarkan pengalaman pribadinya.

            Si A ini menceritakan bahwa orang tuanya ini rajin solat tahajjud selalu doain anak-anaknya, setiap hari baca alquran, dan bahkan setiap hari kelahiran sia A ini ibunya selalu berpuasa. Semisal hari kamis dia lahir, oarng tuanya berpuasa di hari kamis tersebut. Apalagi ketika ulang tahunnya ibunya selalu berpuasa dan mendoakannya dengan hebat. Tutur si A ini. Jadi, bisa kita Tarik Kesimpulan bahwa seorang anak itu bisa mengalami hal-hal yang baik bukan karena 100% kemampuannya, melainkan juga karena doa-doa yang tiada henti dipanjatkan oleh orang tuanya pada sang Maha Rohman…. Wallahu A’lam Bissowab…….

 

Malang, 20 Mei 2025.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Legenda Putri Nandi dan Asal Usul Desa Karongan. Buku Masteka dari Sampang

 Konon katanya penguasa ke -6 Raja Majapahit yang bernama Dewi suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana. Ia memperluas kerajaan Majapahit denga...