Oleh
Khoiruddin As-Sajari
Pernahkah
kalian menyaksikan orang lain, teman, atau bahkan Sahabat kalian sendiri selalu
terlihat beruntung dalam segala hal..? semisal orang tersebut selalu juara
kelas, selalu dapat undian atau bahkan dalam Pendidikan dia dapat beasiswa.
Padahal kalua dipikir-pikir dia bukan tipe orang yang pintar apalagi cerdas.
Orang tersebut terlihat biasa-biasa saja, mamun dia mendapatkan beasiswa, atau kalian
menyaksikan teman kalian yang tidak terlalau pintar tetapi bisa menyelesaiakan
kuliah selama 3,5 tahun karena faktor pembimbing skripsinya baik, pada saat
proses bimbingan dosennya selalu ada dan mempermudahnya dalam bimbingan diberi
arahan dengan baik, sehingga dia bisa dengan cepat menyelesaikannya dengan
cepat.
Jika kalian pernah bertemu dan menyaksikan ciri-ciri
seperti orang tersebut atau bahkan
kalian sendiri merasa dan mengalami hal tersebut. Fiks kalia termasuk dalam
orang-orang yang beruntung tersebut. Mengapa saya bisa menuyimpulkan demikian,
karena berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Penulis beberapa kali dan bahkan
sering bertemu dengan orang-orang dengan kriteria tersebut. Misalnya temen saya
si A (saya tidak mau menyebutkan nama aslinya). Si A ini menurutku selalu
mendapatkan keberuntungan seperti Ketika dia kuliah, dia mendapatakn Beasiswa
Bidik Misi, kuliahnya lancer tanpa kendala, dosen selalu baik dengan dia, dosen
pembimbingnya baik, dan yang paling mencengangkan si A ini berhasil mendapatkan
beasiswa LPDP untuk melanjutkan Pendidikan magisternya.
Melihat keberuntungan-keberuntungan tersebut, saya
mengajaknya untuk mengobrol Santai sambil diskusi diwarung kopi atau Bahasa
kerennya di salah satu Kafe di Pamekasan. Saya ajaklah ngobrol orang tersebut,
seperti biasa awalnya bincang-bincang Santai; nanyak kabar, bagaiaman
aegiatannya sehari-hari, dan lain-lain. masuklah saya pada obrolan bagaimana
caranya bisa lolos beasiswa LPDP tersebut. Dikasihlah sama si A ini beberapa
tutorial untuk lolos. Tentunya dengan usaha dan belajar yang maksimal itu
menjadi persyaratan mutlak untuk mencapai keinginan kita. Namun dia menambahkan
bahwa, semua usahanya akan sia-sia bila tidak dibekali dengan doa terutama Doa
orangtuanya apalagi doa seoarng ibu. Dia mengatakan 90% itu usaha kita 10% itu
hasil doa orang tuanya. Jadi, semaksimal apapaun kamu berusaha dan berdoa, bila
tidak disertai izin dan tirakat seorang ibu pasti akan kalah dengan dengan
orang lain. Nah, karena kekepoan saya, sayapun bertanya lantas bagaiaman bisa
dia bilang seperti itu? Mungkin dia berangkat berdasarkan pengalaman
pribadinya.
Si A ini menceritakan bahwa orang tuanya ini rajin solat
tahajjud selalu doain anak-anaknya, setiap hari baca alquran, dan bahkan setiap
hari kelahiran sia A ini ibunya selalu berpuasa. Semisal hari kamis dia lahir,
oarng tuanya berpuasa di hari kamis tersebut. Apalagi ketika ulang tahunnya
ibunya selalu berpuasa dan mendoakannya dengan hebat. Tutur si A ini. Jadi,
bisa kita Tarik Kesimpulan bahwa seorang anak itu bisa mengalami hal-hal yang
baik bukan karena 100% kemampuannya, melainkan juga karena doa-doa yang tiada
henti dipanjatkan oleh orang tuanya pada sang Maha Rohman…. Wallahu A’lam
Bissowab…….
Malang, 20 Mei
2025.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar