karya : Khoiruddin
Pagi itu tepat hari minggu tanggal 9 januari. Pagi yang kurasa tidak seperti biasanya, Suasana yang bebeda dengan kampung halamanku. Udara yang dingin disertai suasana yang hening. Aku bangun lebih awal Tepat jam 03.12 kuterjaga dari mimpi indahku. Dengan beberapa upaya kubangunkan tubuh yang lelah akibat perjalanan kemarin. perjalanan dari Madura ke Kediri yang begitu melelahkan juga membosankan. Bagaimana tidak, daya hpku waktu itu tinggal 15% dan mata yang begitu ngantuk akibat dari bergadang bersama teman-teman kemarin. Ya mungkin kedua TEMANKU sedikit lebih risih dengan sikapku yg diam dan tidak mengajak mereka berdua berbicara dan memilih untuk tidur membayar KANtUkkU.
Kuambil wudhu' untuk menghilangkan rasa penat Dimata mencoba melentangkan sajadah, dengan tahajjud kurayU Tuhan untuk memberi kemudahan.
Kutunggu subuh dengan melantunkan Al-Qur'an. Tepat jam 04.12 Subuhpun tiba, kutunaikan kewajiban dengan kembali merayu tuhan dengan beberapa permintaan. Setelahnya kukeluar kontrakkan untuk berjalan-jalan menikmati keindahan Kediri yang kata orang sangat menyenangkan. Dengan jaket dan masker aku keluar menikmati pagi di Kediri melihat kearifan lokal bertemu dengan pengguna sepeda yang Kebanyakan Mahasiswa sepertiku. Setelah setengah jam lebih perjalanan, "Brak... " Sesuatu terjatuh di belakangku. Aku terkejut dan ketika itu juga kumenoleh ke belakang, ternyata seorang wanita bercadar yang terjatuh dari sepedanya tepat di belakangku. Aku masih Tertegun dan memandangnya, hatiku tergerak untuk membantu tetapi kuurungkan niatku Karena sependek pengetahuanku, wanita bercadar seperti dia biasanya sukar dan tidak mau dibantu oleh laki-laki apalagi yang baru dia kenal. "Kamu gak papa" ucapku memandanginya."Iya gak papa" sahut dia sambil berusaha berdiri. Kupandangi dia, dia kesulitan berdiri karena kain dari rok panjangnya masuk pada rantai sepedanya. SeKetIka ItUPuN Aku langsung jongkok lalu membantu melepaskan rok yg masuk pada rantai sepeda tersebut. "Terima kasih" katanya dengan senyum manis dibibIrNyA yang tanpa dia sadari bahwa CAdARNYa sedikit terbuka AKiBat terjatuh tadi. "Masyaallah, Fabiayyi ala irobbikuma tukaddziban" ucapku dalam hati. Akupun membalas "iya sama-sama". .Beberapa detik 1,2,3,4,5 detik dia menyadari bahwa cadarnya terbuka. Diapun panik dan memperbaiki Cadarnya lalu melanjutkan perjalanannya dengan mengayuh sepeda yang ia pakai.
Akupun tersenyum "Terima kasih Kesan pertama yang KAU berikan Tuhan" syukurku dalam hati.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar