Rabu, 21 Mei 2025

Review Buku Novel Berjudul Rumah Jadah Karya Royyan Julian


Oleh : Moh Ruddin As-Sajari

Identitas Buku

Judul             : Rumah Jadah

Pengarang     : Royyan Julian

Penerbit         : BASABASI. Cetakan Pertama, September 2019

Dimensi        :

Harga            : 46.000 sampai Lokasi Malang.

Editor            : Arco Transcep.

 

Sinopsis/Isi buku secara Singkat

Novel ini menceritakan tentang kisah hidup seseorang yang Bernama Marsiah dan suaminya Linggo. Novel ini terdiri dari 131 halaman, dengan 7 judul yaitu Jenazah di Bukit Maronggi, Perjodohan dalam Rahim, Rumah Kopong, Benih Asing, Pertikaian Abadi, Penyantap Mayat Orang Kafir, Menunggu Arwah Ibu.

1.      Kisah diawali dengan judul Jenazah di bukit Maronggi ;

Bercerita tentang seseorang yang Bernama Marsia ditemukan tewas di atas bukit dengan kondisi telanjang dan mengenaskan. Di atas kuburan Syeh Jafar Shadik. Diceritakan bahwa temapt kematian Marsiah itu merupakan tempat dimna penduduk yang menganut aliran Syiah tinggal, dan disanalah tempat tragedi pernah terjadi. Mas kelam itu seolah-olah mencekam karena menjatuhkan beberapa korba akibat tragedi tersebut. Sejak kematian Marsia tersebut terungkap bahwa keluarga Marsia ini mendapat banyak fitnah dari seseorang, keluarganya kebetulan memiliki ilmu hitam dan melakukan pesugihan. Sebenarnya isu-isu tersebut tidak benar, dan merupaka   fitnah dari musuh keluarga merek, jika kalian tidak membaca secara keseluruhan, maka kalian tidak akan mengerti alur cerita.

2.      Perjodohan dalam Rahim

Bagian ini menceritakan bahwa seorang Marsia ini ternyata telah dijodohkan oleh orang tuanya sejak dalam kandungan. Dia dijodohkan dengan pria yang bernama Fandrik. Pemuda yang baik dan pekerja keras. Orang tua Marsia dan orang tua Fandrik awalnya menjodohkan mereka. Fandrik yang masih kecil dan Marsia yang masih dalam kandungan kala itu orang tua sepakat untuk menjodogkan mereka berdua.

            Setelah mereka dewasa, Fandrik menngunjungi marsia beserta keluarganya di rumah dengan niat meminang marsia untuk dijadikan istri. Fandrik pergi ke rumahnya Marsia dengan seorang diri, karena memang kedua orang tua Fandrik sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, kini hidup Fandrik sebatang kara beserta saudara-saudaranya. Fandrik adalah seorang sarjana yang masih belum memiliki pekerjaan yang mapan, dia masih bekerja serabutan untuk memenuhi keb utuhan hidupnya.

Kerika fandrik menemui keluarga masriah ternyata, marsiah menolak fanfdrik dengan sayang dan karena tidak mencintaianya, dalam cerita dikisahkan memang marsiah tidak memiliki rasa yang sama sekali terhadap fandrik. Yang paling dibenci fandrik karena orang tua marsiah menyetujui keputusannya yang menolak fandrik. Sejak saat itu, fandrik memiliki dendam terhadap keluarga Marsiah.

3.      Rumah Kopong.

Setelah menikah denhgan kekasihnya linggo. Marsiah merasa kesepian di rumahnya. Bagaimana tidak, setelah tujuh tahunlebih perkawinan, marsiah dan loinggo belum memiliki anak. Membuat marsiah dan linggo begitu gelisah dan selalu dihantui pikiran-pikiran negative. Setelah berbagai Upaya dilakukan keduanya untuk memiliki anak, pada akhirnya tidak membuahkan hasil sama sekali. Setelah mereka mulai berputus asa, pada akhirnya linggo dan marsiah memilih untuk saling mengecek kemandulan mereka pada Dokter, sampai pada akhirnya terkuaklah kenyataan bahwa Linggo Mandul.

4.      Benih Asing.

Setelah terkuak kenyataan bahwa Linggo mandul. Keduanya semakin pusing memikirkan hal tersebut. Linggo semakin merasa bersalah, sedangakan marsia teru-menerus membayangkan dirinya memiliki janin dan melahirkan anak. Dan terkuaklah fakta bahwa keduanya semenjak masa sekolah dan masa pacarana, ternuyata mereka melalkukan hubungan intim di luar pernikahan, tetapi tidak hamil. Mungkin kemamndulan linggolah yang membuat marsia tidak hamil meskipun mereka melakukannya diluar nikha.

Sampai pada akhirnya, ditengah keputus asaan tersebut, linggo memiliki ide yang diluar nalar. Linggo mengajak seorang yang bernama Madong untuk meniuri istrinya. Awalnya marsiah tidak setuju, namun karena kecintaannya terhaddap linggo, marsiah menyetujui ide gila Linggo ini.

Madong merupakan seorang pemuda yang belum menikah dan berorfesi sebagai seorang tukang Cukur. Kebetulan lokasinya dekat dengan rumahnya linggo dan marsiah. Dengan diskusi yang alot dan janji manis linggo, Madong memutuskan untuk membantu linggo suatu malam madong datang dan meniduri marsiah. Dan pada akhirnya perbuatan mereka berhasil, marsiah benar-benar hamil…

5.      Pertiakan Abadi

Alur cerita ini menceritakan ketika Marsia mendengar bahwa Fandrik akan mencalonkan diri sebagai kepala Desa di desanya. Seketika itu marsia tersulut emosi dan memtuskan untuk mencalonkan dirinya juga sebagai kepala Desa. Karena ia merasa sudah kalah segalanya dari seorang Fandrik. pertiakain pun sampai muncul pada permukaan. Samapai masuk pada politik desa. Keduanya saling menyerang dengan saling menebar isu fitnah dengan kekejian fitnah masibg-masing.

6.      Penyantap mayat orang kafir

Kisah tentang Mogut Kembali muncul setelah 7 hari kematian marsiah. Ketika itu ada seorang warga yang yakin bahwa dia melihat sesorang datang dari kuburan malam-malam dan memopong jenazah , kagetlah orang tersebut, dan keesokan harinya dia menceritkan bahwa Mogut telha Kembali. Dan dicocoklogikan bahwa marisah lah yg digopong oleh mogut tersebut. Fitnah tentang marisah dan linggo yang memiliki pesugihanpun terus bergema.

Ine mengingatkan pada kisah mas lalu dimana di desa tersebut hidulah seorang janda kaya yang ditinggal oleh suaminya karena meninggal dan memiliki seoang anak Tunggal. Dia bernama Gin dia seorang Non islam yang memiliki harta kekayaan yang melimpah, anaknya juga sukses diluar pulau dan memutuskan untuk tinggal di kota meninggalkan Gin sendirian di desa tersebut.

Karaena kekayaannya yang melimpah, Gin selalu memabantu pendiduk di desa tersebut menyediakan air pada warga dan kebutuhan-kebutuahan [pokok yang lainnya.

Pada akhirnya warga berkeinginan untuk menjadikan Gin sebagai kepala desa mereka. Isu-isu seperti itu terhembus dengan cepat sampai pada akhirnya dide ngar oleh kepala desa yang sedang menjabat yaitu Haji Kayim, dia dinilai warga tidak becus menguru desa, dia hanya mengurus desa dan berpura-pura baik pada saaat hamper pemilihan kepala desa saja. Warga di desa tersebut, terpecahlah menjadi dua bagian yang pro Gin dan Pro Hji Kayim.

Sampai pada akhirnya, Gin ditemukan tewas tanpa diketahui apa penyebabnya. Dan isu-isu Mogutpun awalnya muncul dari ini.

7.      Menunggu Arwah Ibu

Pada akhirnya, linggo tterus mengurung diri dalam kamrnya. Meratapi jesedihannya sepanjang hari. Linggo tidak mau keluar kamar semenjak istrinya meninggal. Sampai-sampai badannya begitu kurus dan krempeng.

Maeda anak satu-satunyapun juga bersedih, dia selalu percaya bahwa ibunya masrsia akan berkunjung pada rumahnay ketika malam jumat. Dia selalu membakar dupa dan membersikan rumah nya pada saat mau malam jumat. Dia percaya apa kata orang-orang bahwa setiap amalam jumat arwah dari orang yang meninggal selalu mengunjungi rumahnya. Namun, maeda meraa tidak menemukan tanda-tanda apa-apa. Dia tidak melihat  arwah ibunya mengunjungi rumahnya. Sampai suatu ketika ditengah kesepiannya, maeda mengunjungi Madong dan menceritakan segala kesediahnnya, madongpun mau mengnjungi rumah maeda dan mau bertemu linggo ayah maeda untuk sekedar berbincang-bincang agar linggo tidak terus murung dalam kamarnya.

Sesampainmya di rumah maeda ternyata linggo tetap tidak mau keluar kamar untuk menemui Madong. Pada akhirnya, madong dan maeda keruang tamu, terjadilah kecanggungan keduanya. Sampai pada akhirnya Madong dan maeda melalukan hubungan intim dengan maeda…..selesai……

 

KESIMPULAN

            Cerita ini mengisahkan kehidupan Marsiah sebagai tokoh utama. Awalnaya marsiah dijdohkan Ketika dalam kandungan orang tuanya dengan Fandrik, lalu gagal, lalu oonflik terus menerus dengan Fandrik. Dan marsiah menikah dengan lingo. Lingo dan marsiah tdk bisa memiliki keturunan, terjafilah zina dengn madong. Lalu marsiah meninggal dan Madong meniduri putrinya sendiri.

            Kisah ini juga menceritakan kisah treagedi pembantaian Syiah, juga mengisahkan janda Bernama Gin yang dibunuh oleh lawan politiknya. Novel ini menarik karena bisa  ada juga sindiran ttg kepercayaan orang-orang dalam cerpen dan ini relevan juga terhadap orang-orang madura. Yang suka melakukan perjodohan dari kecil, percaya pada tahayul seperti ada mayat yang dicuri, pertiakaian konflik politik pemilihan kepala desa, sarjana yang dihina karena pengangguran, dan menjadikan seorang kyain dan lora sebagai orang yang mulia, dan lain sebagainya.

 

 

Malng, 22 Mei 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Legenda Putri Nandi dan Asal Usul Desa Karongan. Buku Masteka dari Sampang

 Konon katanya penguasa ke -6 Raja Majapahit yang bernama Dewi suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana. Ia memperluas kerajaan Majapahit denga...