Oleh : Moh Ruddin As-Sajari
Identitas Buku
Judul
: Rumah Jadah
Pengarang
: Royyan Julian
Penerbit
: BASABASI. Cetakan Pertama, September 2019
Dimensi
:
Harga
: 46.000 sampai Lokasi Malang.
Editor
: Arco Transcep.
Sinopsis/Isi buku secara Singkat
Novel ini menceritakan tentang kisah hidup seseorang yang Bernama Marsiah dan suaminya Linggo. Novel ini terdiri dari 131 halaman, dengan 7 judul yaitu Jenazah di Bukit Maronggi, Perjodohan dalam Rahim, Rumah Kopong, Benih Asing, Pertikaian Abadi, Penyantap Mayat Orang Kafir, Menunggu Arwah Ibu.
1.
Kisah diawali dengan judul Jenazah di bukit Maronggi ;
Bercerita tentang seseorang yang Bernama Marsia ditemukan tewas di atas bukit dengan kondisi telanjang dan mengenaskan. Di atas kuburan Syeh Jafar Shadik. Diceritakan bahwa temapt kematian Marsiah itu merupakan tempat dimna penduduk yang menganut aliran Syiah tinggal, dan disanalah tempat tragedi pernah terjadi. Mas kelam itu seolah-olah mencekam karena menjatuhkan beberapa korba akibat tragedi tersebut. Sejak kematian Marsia tersebut terungkap bahwa keluarga Marsia ini mendapat banyak fitnah dari seseorang, keluarganya kebetulan memiliki ilmu hitam dan melakukan pesugihan. Sebenarnya isu-isu tersebut tidak benar, dan merupaka fitnah dari musuh keluarga merek, jika kalian tidak membaca secara keseluruhan, maka kalian tidak akan mengerti alur cerita.
2.
Perjodohan dalam Rahim
Bagian ini menceritakan bahwa seorang Marsia ini ternyata telah dijodohkan oleh orang tuanya sejak dalam kandungan. Dia dijodohkan dengan pria yang bernama Fandrik. Pemuda yang baik dan pekerja keras. Orang tua Marsia dan orang tua Fandrik awalnya menjodohkan mereka. Fandrik yang masih kecil dan Marsia yang masih dalam kandungan kala itu orang tua sepakat untuk menjodogkan mereka berdua.
Setelah mereka dewasa, Fandrik menngunjungi marsia beserta keluarganya di rumah dengan niat meminang marsia untuk dijadikan istri. Fandrik pergi ke rumahnya Marsia dengan seorang diri, karena memang kedua orang tua Fandrik sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, kini hidup Fandrik sebatang kara beserta saudara-saudaranya. Fandrik adalah seorang sarjana yang masih belum memiliki pekerjaan yang mapan, dia masih bekerja serabutan untuk memenuhi keb utuhan hidupnya.
Kerika fandrik menemui keluarga masriah ternyata, marsiah menolak fanfdrik dengan sayang dan karena tidak mencintaianya, dalam cerita dikisahkan memang marsiah tidak memiliki rasa yang sama sekali terhadap fandrik. Yang paling dibenci fandrik karena orang tua marsiah menyetujui keputusannya yang menolak fandrik. Sejak saat itu, fandrik memiliki dendam terhadap keluarga Marsiah.
3.
Rumah Kopong.
Setelah menikah
denhgan kekasihnya linggo. Marsiah merasa kesepian di rumahnya. Bagaimana tidak,
setelah tujuh tahunlebih perkawinan, marsiah dan loinggo belum memiliki anak. Membuat
marsiah dan linggo begitu gelisah dan selalu dihantui pikiran-pikiran negative.
Setelah berbagai Upaya dilakukan keduanya untuk memiliki anak, pada akhirnya
tidak membuahkan hasil sama sekali. Setelah mereka mulai berputus asa, pada
akhirnya linggo dan marsiah memilih untuk saling mengecek kemandulan mereka
pada Dokter, sampai pada akhirnya terkuaklah kenyataan bahwa Linggo Mandul.
4.
Benih
Asing.
Setelah terkuak
kenyataan bahwa Linggo mandul. Keduanya semakin pusing memikirkan hal tersebut.
Linggo semakin merasa bersalah, sedangakan marsia teru-menerus membayangkan
dirinya memiliki janin dan melahirkan anak. Dan terkuaklah fakta bahwa keduanya
semenjak masa sekolah dan masa pacarana, ternuyata mereka melalkukan hubungan
intim di luar pernikahan, tetapi tidak hamil. Mungkin kemamndulan linggolah
yang membuat marsia tidak hamil meskipun mereka melakukannya diluar nikha.
Sampai pada
akhirnya, ditengah keputus asaan tersebut, linggo memiliki ide yang diluar
nalar. Linggo mengajak seorang yang bernama Madong untuk meniuri istrinya. Awalnya
marsiah tidak setuju, namun karena kecintaannya terhaddap linggo, marsiah
menyetujui ide gila Linggo ini.
Madong merupakan seorang
pemuda yang belum menikah dan berorfesi sebagai seorang tukang Cukur. Kebetulan
lokasinya dekat dengan rumahnya linggo dan marsiah. Dengan diskusi yang alot
dan janji manis linggo, Madong memutuskan untuk membantu linggo suatu malam
madong datang dan meniduri marsiah. Dan pada akhirnya perbuatan mereka
berhasil, marsiah benar-benar hamil…
5.
Pertiakan
Abadi
Alur cerita ini
menceritakan ketika Marsia mendengar bahwa Fandrik akan mencalonkan diri
sebagai kepala Desa di desanya. Seketika itu marsia tersulut emosi dan memtuskan
untuk mencalonkan dirinya juga sebagai kepala Desa. Karena ia merasa sudah
kalah segalanya dari seorang Fandrik. pertiakain pun sampai muncul pada
permukaan. Samapai masuk pada politik desa. Keduanya saling menyerang dengan
saling menebar isu fitnah dengan kekejian fitnah masibg-masing.
6.
Penyantap
mayat orang kafir
Kisah tentang
Mogut Kembali muncul setelah 7 hari kematian marsiah. Ketika itu ada seorang
warga yang yakin bahwa dia melihat sesorang datang dari kuburan malam-malam dan
memopong jenazah , kagetlah orang tersebut, dan keesokan harinya dia menceritkan
bahwa Mogut telha Kembali. Dan dicocoklogikan bahwa marisah lah yg digopong
oleh mogut tersebut. Fitnah tentang marisah dan linggo yang memiliki
pesugihanpun terus bergema.
Ine mengingatkan
pada kisah mas lalu dimana di desa tersebut hidulah seorang janda kaya yang ditinggal
oleh suaminya karena meninggal dan memiliki seoang anak Tunggal. Dia bernama
Gin dia seorang Non islam yang memiliki harta kekayaan yang melimpah, anaknya
juga sukses diluar pulau dan memutuskan untuk tinggal di kota meninggalkan Gin
sendirian di desa tersebut.
Karaena kekayaannya
yang melimpah, Gin selalu memabantu pendiduk di desa tersebut menyediakan air
pada warga dan kebutuhan-kebutuahan [pokok yang lainnya.
Pada akhirnya
warga berkeinginan untuk menjadikan Gin sebagai kepala desa mereka. Isu-isu
seperti itu terhembus dengan cepat sampai pada akhirnya dide ngar oleh kepala
desa yang sedang menjabat yaitu Haji Kayim, dia dinilai warga tidak becus
menguru desa, dia hanya mengurus desa dan berpura-pura baik pada saaat hamper pemilihan
kepala desa saja. Warga di desa tersebut, terpecahlah menjadi dua bagian yang
pro Gin dan Pro Hji Kayim.
Sampai pada
akhirnya, Gin ditemukan tewas tanpa diketahui apa penyebabnya. Dan isu-isu Mogutpun
awalnya muncul dari ini.
7.
Menunggu
Arwah Ibu
Pada akhirnya,
linggo tterus mengurung diri dalam kamrnya. Meratapi jesedihannya sepanjang
hari. Linggo tidak mau keluar kamar semenjak istrinya meninggal. Sampai-sampai
badannya begitu kurus dan krempeng.
Maeda anak satu-satunyapun
juga bersedih, dia selalu percaya bahwa ibunya masrsia akan berkunjung pada
rumahnay ketika malam jumat. Dia selalu membakar dupa dan membersikan rumah nya
pada saat mau malam jumat. Dia percaya apa kata orang-orang bahwa setiap amalam
jumat arwah dari orang yang meninggal selalu mengunjungi rumahnya. Namun, maeda
meraa tidak menemukan tanda-tanda apa-apa. Dia tidak melihat arwah ibunya mengunjungi rumahnya. Sampai suatu
ketika ditengah kesepiannya, maeda mengunjungi Madong dan menceritakan segala
kesediahnnya, madongpun mau mengnjungi rumah maeda dan mau bertemu linggo ayah
maeda untuk sekedar berbincang-bincang agar linggo tidak terus murung dalam
kamarnya.
Sesampainmya di
rumah maeda ternyata linggo tetap tidak mau keluar kamar untuk menemui Madong. Pada
akhirnya, madong dan maeda keruang tamu, terjadilah kecanggungan keduanya. Sampai
pada akhirnya Madong dan maeda melalukan hubungan intim dengan maeda…..selesai……
KESIMPULAN
Cerita
ini mengisahkan kehidupan Marsiah sebagai tokoh utama. Awalnaya marsiah
dijdohkan Ketika dalam kandungan orang tuanya dengan Fandrik, lalu gagal, lalu
oonflik terus menerus dengan Fandrik. Dan marsiah menikah dengan lingo. Lingo dan
marsiah tdk bisa memiliki keturunan, terjafilah zina dengn madong. Lalu marsiah
meninggal dan Madong meniduri putrinya sendiri.
Kisah
ini juga menceritakan kisah treagedi pembantaian Syiah, juga mengisahkan janda Bernama
Gin yang dibunuh oleh lawan politiknya. Novel ini menarik karena bisa ada juga sindiran ttg kepercayaan orang-orang
dalam cerpen dan ini relevan juga terhadap orang-orang madura. Yang suka
melakukan perjodohan dari kecil, percaya pada tahayul seperti ada mayat yang
dicuri, pertiakaian konflik politik pemilihan kepala desa, sarjana yang dihina
karena pengangguran, dan menjadikan seorang kyain dan lora sebagai orang yang
mulia, dan lain sebagainya.
Malng, 22 Mei 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar