Konon katanya penguasa ke -6 Raja Majapahit yang bernama Dewi suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana. Ia memperluas kerajaan Majapahit dengan mengekspansi wilayah-wilayah lain. Salah satu kerajaan yh ditaklukkan yaitu kerajaan Blambangan di banyuwangi dan diserahkan pada seorang bangsawan dari klungkung, Bali. Seorang adipati dengan julukan menak Jinggo.
Kecantikan Ratu Ayu Kencana wungu mampu menggetarkan hati menak jinggo dan membutakannmatanya. Dia mau melamar Ratu Ayu Kencana. Namun dengan tegas Ratu menolak dengan alasan menak jinggo memiliki tujuan politis dia ingin meninggikan status sosialnya.
Penolakan tersebut membuat menak jinggo semakin bersemangat untuk melamarnya, bahkan dia ingin melamarnya dengan mewah dengan membawa kn emas berkarung-karung, mendengar berita tersebut, Ratu pergi ke madura dengan rombongan, dengan alasan ingin mendirikan tempat ibadah di daerah Dusun Tanggumong sampang...
Selalu sampai di sana dan terdengar kabar kepada menak jinggo. Menak jinggo pun ikut berbalik arah dan menyusul ratu ke madura...
Mendengar kabar tersebut, ratu pulang ke kerajaan dengan beberapa orang kepercayaan nya. Namun, rombongan yang lain dibiarkan di dusun Tanggumong tersebut.
Menak jinggo sesampainya di sana merka menanyakan pada masyarakat sekitar dengan bahasa Jawa "Putri Nang endi? " (Putri dimana). Namun orang madura tidak mengerti bahasa Jawa. Jadi mereka berkesimpulan yang sedang berada di Tanggumong itu putri Nandi. Kemudian disusul oleh menak jinggo ke dusun Tanggumong.
Sebelum sampai di tanggumong, menak jinggo mendapatkan kabar bahwa Ratu Ayu kencana telah pergi meninggalkan Tanggumong, menak jinggo merasa kecewa dan marah. Ia merasa dipermalukan
Karena emosi, ia kemudian melempar bawaannya yaitu emas yang berkarung-karung. Tempat emas itu kemudian dinamakan Desa Karongan (karung yg banyak). Yg terletak di selatan kemuning. Menak jinggopun tdk meneruskan perjalanan nya ke Tanggumong.
Dalam perjalanannya ke blambangan, ia bersumpah akan menghancurkan Majapahit hingga rata dengan tanah.
Adapun datang" Yg ditinggalkan oleh ratu mereka kemudian menetap di tempat itu dan membangun sebuah perkampungan. Mereka juga melanjutkan pendirian tempat persembahan dan menyebarkan ajaran agama ke daerah-daerah lain