Covid
19 masih menjadi momok menakutkan bagi semua negara di dunia. Meskipun Pandemi
ini telah mengalami penurunan kasus, tetapi semua negara didunia masih bersiaga
menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada negara
mereka ( khusunya rakyat mereka). Negara-negara didunia dibikin babak belur
oleh virus ini. Sebab semua sektor terdampak akibat ganasnya virus ini mulai
dari sektor ekonomi, politik, dan juga Pendidikan.
Di
Indonesiapun demikian, hampir 2 tahun pemerintah berperang dengan virus ini,
terrhitung sejak kasus pertama pada bulan maret 2020. Beberapa kebijakan telah
diluncurkan oleh pemerintah kita, mulai dari penerapakan Protokol Kesehatan,
PSBB, dan PPKM beserta level-levelnya. Semua Sektor terdampak akibat virus ini
khusunya sektor Pendidikan.
Dalam
dunia Pendidikan, terjadi perubahan proses belajar mengajar yang selama ini
biasa terjadi. Megantarkan Revolution Education (Revolusi Pendidikan) yang
bersifat Nasional (di Indonesia) Maupun mengglobal (diseluruh dunia) melalui
jaringan internet. Pendidikan Sebelum pandemi dilakukan dengan sistem
pembelajaran tatap muka sebagai metode Konvensional ( metode yang dari dahulu
dilakukan) berubah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Secara Virtual atau
Secara Daring. Dengan memanfaatkan kemajuan Teknologi untuk melakukan kegiatan
belajar mengajar.
Pemanfaatan
teknologi dalam dunia Pendidikan ditengah pandemi merupakan suatu hal yang
harus dilakukan. Sebab, kita dapat tetap menjalankan proses belajar mengajar
tanpa mengesampingkan Kesehatan. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Direktorat Pendidikan Tinggi No 1 tahun
2020 mengenai pencegahan penyebaran Covid 19.
Di
Institut Agama Islam Madura (IAIN MADURA) Terhitung sejak bulan Maret 2020 kemaren,
telah menerapkan secara keseluruhan kuliah yang dilakukan secara Daring. Dan
pada bulan Agustus 2021 mengalami perubahan menjadi dua metode yaitu Sebagian
melakukan kuliah secara daring ( PJJ ) dan sebagian lagi melakukan kuliah
secara luring (TMT) secara bergantian dengan menerapkan Protokol Kesehatan
secara ketat.
Lalu,
Bagaimana Strategi Mahasiswa Fradiksi untuk Mengembangkan Potensi Akademik
mereka di tengah Pandemi?
Tentunya,
pertanyaan seperti ini mudah untuk dijawab. Karena, banyak cara untuk tetap
bisa mengembangkan dan mengasah kemampuan Akademik Mahasiswa agar tetap
berprestasi ditengah pandemi yang sedang berlangsung. Cara-cara tersebut dapat
mereka (Mahasiswa) temukan jawabannya terhadap masing-masing individu. Sebab,
banyak sekali cara yang dapat dilakukan agar tetap berprestasi dan
mengembangkan kemampuan akademik mereka.
Untuk
mahasiswa Bidikmisi sendiri, mengembangkan dan mempertahankan prestasi akademik
merupakan suatu hal yang mudah. Sebab, dalam hal posisi, mereka berada dalam
posisi yang Strategis. Posisi mereka sangat diuntungkan. Mereka bisa fokus
untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi akademik mereka. Sebab, mereka
tidak mempunyai beban kehidupan (dalam artian mereka tidak memikirkan biaya
pendidikan yang meliputi, biaya kuliah, biaya makan, biaya kos, dan biaya untuk
keperluan yang lainnya). Karena secara finansial mereka telah ditanggung oleh
Negara. Jadi, mereka bisa lebih mudah fokus untuk terus belajar agar karunia
Beasiswa Bidikmisi yang mereka dapatkan tidak terbuang percuma.
Strategi
atau cara yang dapat dilakukan oleh mahasiswa bidikmisi untuk mengembangkan
potensi akademik di tengah pandemi ini, salah satunya dengan Manajemen Waktu.
Karena setiap dari mereka mempunyai kesibukannya masing-masing. Ntah itu
kesibukan mereka dalam dunia organisasi, atau kesibukan yang lainnya. Maka dari
itu perlunya memanajemen waktu agar diri mereka dapat terus mengembangkan
potensi akademiknya.
Strategi
yang paling urgent dan paling tepat dalam hal ini (mengembangkan potensi
akademik) adalah dengan memanejemen waktu Terhadap diri mereka masing-masing.
Bagaimana mereka memanajemen dirinya dalam segala hal yang berkaitan dengan
kegiatan mereka sehari-hari. Seperti Mengatur jam belajar, jam berlibur, jam
beribadah, dan jam-jam yang lain agar sekiranya dapat bermafaat bagi mereka
sendiri khususnya untuk meningkatkan potensi akademik di masa pandemi ini.
Manajemen waktu bukan hanya tentang mengatur jadwal tetapi lebih dari pada itu,
yaitu bagaimana mendisplinkan diri, dan menemukan alur atau Ritme yang cocok
untuk diri mereka sendiri.
Manajemen
waktu adalah tentang pengendalian waktu, memanfaatkan waktu, dan meningkatkan
Fokus. Ketika mereka (mahasiswa bidikmisi) dapat fokus pada hal-hal yang
menurut mereka penting (seperti mengembangkan kemampuan akademik), mereka akan
lebih mudah untuk mencapai hasil yang maksimal. Sebagai contoh mereka akan
lebih menguasai materi Ketika dalam kelas, lebih kritis terhadap mata kuliah
yang sedang berlangsung, dan sebagai hasilnya, mereka akan mendapatkan nilai
IPK yang tinggi dari dosen. Jadi sudah jelas bahwa strategi yang paling tepat
untuk mengembangkan potensi akademik mereka adalah dengan Manajemen Waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar