Minggu, 14 November 2021

STRATEGI MAHASISWA FRADIKSI DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI AKADEMIK PADA MASA PANDEMI

 


Covid 19 masih menjadi momok menakutkan bagi semua negara di dunia. Meskipun Pandemi ini telah mengalami penurunan kasus, tetapi semua negara didunia masih bersiaga menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada negara mereka ( khusunya rakyat mereka). Negara-negara didunia dibikin babak belur oleh virus ini. Sebab semua sektor terdampak akibat ganasnya virus ini mulai dari sektor ekonomi, politik, dan juga Pendidikan.

Di Indonesiapun demikian, hampir 2 tahun pemerintah berperang dengan virus ini, terrhitung sejak kasus pertama pada bulan maret 2020. Beberapa kebijakan telah diluncurkan oleh pemerintah kita, mulai dari penerapakan Protokol Kesehatan, PSBB, dan PPKM beserta level-levelnya. Semua Sektor terdampak akibat virus ini khusunya sektor Pendidikan.

Dalam dunia Pendidikan, terjadi perubahan proses belajar mengajar yang selama ini biasa terjadi. Megantarkan Revolution Education (Revolusi Pendidikan) yang bersifat Nasional (di Indonesia) Maupun mengglobal (diseluruh dunia) melalui jaringan internet. Pendidikan Sebelum pandemi dilakukan dengan sistem pembelajaran tatap muka sebagai metode Konvensional ( metode yang dari dahulu dilakukan) berubah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Secara Virtual atau Secara Daring. Dengan memanfaatkan kemajuan Teknologi untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

Pemanfaatan teknologi dalam dunia Pendidikan ditengah pandemi merupakan suatu hal yang harus dilakukan. Sebab, kita dapat tetap menjalankan proses belajar mengajar tanpa mengesampingkan Kesehatan. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Direktorat Pendidikan Tinggi No 1 tahun 2020 mengenai pencegahan penyebaran Covid 19.

Di Institut Agama Islam Madura (IAIN MADURA) Terhitung sejak bulan Maret 2020 kemaren, telah menerapkan secara keseluruhan kuliah yang dilakukan secara Daring. Dan pada bulan Agustus 2021 mengalami perubahan menjadi dua metode yaitu Sebagian melakukan kuliah secara daring ( PJJ ) dan sebagian lagi melakukan kuliah secara luring (TMT) secara bergantian dengan menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat.

Lalu, Bagaimana Strategi Mahasiswa Fradiksi untuk Mengembangkan Potensi Akademik mereka di tengah Pandemi?

Tentunya, pertanyaan seperti ini mudah untuk dijawab. Karena, banyak cara untuk tetap bisa mengembangkan dan mengasah kemampuan Akademik Mahasiswa agar tetap berprestasi ditengah pandemi yang sedang berlangsung. Cara-cara tersebut dapat mereka (Mahasiswa) temukan jawabannya terhadap masing-masing individu. Sebab, banyak sekali cara yang dapat dilakukan agar tetap berprestasi dan mengembangkan kemampuan akademik mereka.

Untuk mahasiswa Bidikmisi sendiri, mengembangkan dan mempertahankan prestasi akademik merupakan suatu hal yang mudah. Sebab, dalam hal posisi, mereka berada dalam posisi yang Strategis. Posisi mereka sangat diuntungkan. Mereka bisa fokus untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi akademik mereka. Sebab, mereka tidak mempunyai beban kehidupan (dalam artian mereka tidak memikirkan biaya pendidikan yang meliputi, biaya kuliah, biaya makan, biaya kos, dan biaya untuk keperluan yang lainnya). Karena secara finansial mereka telah ditanggung oleh Negara. Jadi, mereka bisa lebih mudah fokus untuk terus belajar agar karunia Beasiswa Bidikmisi yang mereka dapatkan tidak terbuang percuma.

Strategi atau cara yang dapat dilakukan oleh mahasiswa bidikmisi untuk mengembangkan potensi akademik di tengah pandemi ini, salah satunya dengan Manajemen Waktu. Karena setiap dari mereka mempunyai kesibukannya masing-masing. Ntah itu kesibukan mereka dalam dunia organisasi, atau kesibukan yang lainnya. Maka dari itu perlunya memanajemen waktu agar diri mereka dapat terus mengembangkan potensi akademiknya.

Strategi yang paling urgent dan paling tepat dalam hal ini (mengembangkan potensi akademik) adalah dengan memanejemen waktu Terhadap diri mereka masing-masing. Bagaimana mereka memanajemen dirinya dalam segala hal yang berkaitan dengan kegiatan mereka sehari-hari. Seperti Mengatur jam belajar, jam berlibur, jam beribadah, dan jam-jam yang lain agar sekiranya dapat bermafaat bagi mereka sendiri khususnya untuk meningkatkan potensi akademik di masa pandemi ini. Manajemen waktu bukan hanya tentang mengatur jadwal tetapi lebih dari pada itu, yaitu bagaimana mendisplinkan diri, dan menemukan alur atau Ritme yang cocok untuk diri mereka sendiri.

Manajemen waktu adalah tentang pengendalian waktu, memanfaatkan waktu, dan meningkatkan Fokus. Ketika mereka (mahasiswa bidikmisi) dapat fokus pada hal-hal yang menurut mereka penting (seperti mengembangkan kemampuan akademik), mereka akan lebih mudah untuk mencapai hasil yang maksimal. Sebagai contoh mereka akan lebih menguasai materi Ketika dalam kelas, lebih kritis terhadap mata kuliah yang sedang berlangsung, dan sebagai hasilnya, mereka akan mendapatkan nilai IPK yang tinggi dari dosen. Jadi sudah jelas bahwa strategi yang paling tepat untuk mengembangkan potensi akademik mereka adalah dengan Manajemen Waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Legenda Putri Nandi dan Asal Usul Desa Karongan. Buku Masteka dari Sampang

 Konon katanya penguasa ke -6 Raja Majapahit yang bernama Dewi suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana. Ia memperluas kerajaan Majapahit denga...