Rabu, 24 November 2021

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DI MADRASAH DINIYAH MIFTAHUS SHUDUR DESA LARANGAN TOKOL KECAMATAN TLANAKAN PAMEKASAN

Oleh :

MOH RUDDIN 19381071048


 







A. PEMBAHASAN

1. Kondisi nyata Media Pembelajaran dan penggunaannya

Proses pembelajaran yang dilakukan di Madrasah Diniyah Miftahus Shudur Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan menggunakan sistem pembelajaran salaf atau dengan metode lama yaitu metode pembelajaran yang satu arah (Ceramah). Artinya semua siswa Madrasah menulis materi pembelajaran lalu mendengarkan penjelasan dari sang Ustadz (Guru)

Media pembelajaran yang digunakan adalah berupa kitab-kitab (Buku-buku) pembelajaran, papan tulis, beserta buku tulis dan alat-alat tulis lainnya yang dibawa oleh para murid tersebut. Penggunaan media pembelajaran di madrasah miftahus shudur tidak memanfaatkan teknologi sama sekali. Mungkin hal ini karena usia murid di madrasah tersebut masih dibawah umur. Dan tidak menggunakan alam sekitar sebagai medianya, karena terbatas dalam ruangan kelas.

2. Permasalahan di lapangan

Ketika saya mengunjungi madrasah miftahus shudur lalu melihat langsung dan mewawancarai kepala sekolah Ustadz Sunarto selaku Penanggung jawab Madrasah Miftahus Shudur beliau mengatakan bahwa banyak permasalahan terkait pembelajaran di madrasahnya. Permasalahan yang utama adalah fasilitas madrasah (seperti jumlah kelas yang sedikit dan sempit, fasilitas papan tulis masih menggunakan papan hitam dan masih menggunakan kapur untuk alat tulis seorang pengajar di  madrasah miftahus shudur itu ). Dan ketika Covid 19 kemaren, semua murid sulit menerapkan protokol Kesehatan. Hal itu disebabkan beberapa hal, yaitu : lingkungan madrasah berada di pedesaan, Ruangan kelas yang sempit (kesulitan untuk menjaga jarak), para orang tua Murid gagap teknologi, kurang informasi.dan lain sebagainya. maka terpaksa Ustadz Sunarto selaku pengganti kepala sekolah di madrasah tersebut tetap melakukan pembelajaran agama di madrasah Diniyah itu.

Dan Saat ini, pembelajaran di madrasah tersebut sudah berjalan normal Kembali. 

3. Solusi atau ide kreatif kalian

Solusi dari saya pribadi adalah perlunya pengembangan madrasah. Berupa penambahan bangunan kelas, fasilitas pembelajaran yang lebh modern (seperti papan putih yang pakai sepidol), penggunaan media teknologi agar menunjang pembelajaran di madrasah, pelatihan terhadap guru-guru madrasah. Agar bisa mendidik para murid dan bisa meencetak lulusan yang bisa bersaing ke tingkat nasional ataupun interrnasional dalam bidang pengetahuan agama.

4. Kesimpulan

Dari observasi yang sudah saya lakukan dapat saya simpulkan bahwa, Pembelajaran yang terdapat di madrasah Miftahus Shudur menggunakan metode pembelajaran dengan sistem salaf (metode lama), pembeljaran hanya terbatas seorang Ustad / Guru menjelaskan lalu didengarkan oleh para Murid.

Untuk media pembelajarannya sendiri hanya terbatas pada kitab-kitab atau Buku-buku yang telah tersedia, papan tulis, dan kapur. Semua media pembelajarannya tidak menggunakan teknologi sama sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Legenda Putri Nandi dan Asal Usul Desa Karongan. Buku Masteka dari Sampang

 Konon katanya penguasa ke -6 Raja Majapahit yang bernama Dewi suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana. Ia memperluas kerajaan Majapahit denga...