Oleh :
MOH RUDDIN 19381071048
A.
PEMBAHASAN
1.
Kondisi nyata Media Pembelajaran dan penggunaannya
Proses
pembelajaran yang dilakukan di Madrasah Diniyah Miftahus Shudur Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan menggunakan
sistem pembelajaran salaf atau dengan metode lama yaitu metode pembelajaran
yang satu arah (Ceramah). Artinya semua siswa Madrasah menulis materi
pembelajaran lalu mendengarkan penjelasan dari sang Ustadz (Guru)
Media
pembelajaran yang digunakan adalah berupa kitab-kitab (Buku-buku) pembelajaran,
papan tulis, beserta buku tulis dan alat-alat tulis lainnya yang dibawa oleh
para murid tersebut. Penggunaan media pembelajaran di madrasah miftahus shudur
tidak memanfaatkan teknologi sama sekali. Mungkin hal ini karena usia murid di
madrasah tersebut masih dibawah umur. Dan tidak menggunakan alam sekitar
sebagai medianya, karena terbatas dalam ruangan kelas.
2.
Permasalahan di lapangan
Ketika saya mengunjungi madrasah miftahus shudur lalu melihat langsung dan mewawancarai kepala sekolah Ustadz Sunarto selaku Penanggung jawab Madrasah Miftahus Shudur beliau mengatakan bahwa banyak permasalahan terkait pembelajaran di madrasahnya. Permasalahan yang utama adalah fasilitas madrasah (seperti jumlah kelas yang sedikit dan sempit, fasilitas papan tulis masih menggunakan papan hitam dan masih menggunakan kapur untuk alat tulis seorang pengajar di madrasah miftahus shudur itu ). Dan ketika Covid 19 kemaren, semua murid sulit menerapkan protokol Kesehatan. Hal itu disebabkan beberapa hal, yaitu : lingkungan madrasah berada di pedesaan, Ruangan kelas yang sempit (kesulitan untuk menjaga jarak), para orang tua Murid gagap teknologi, kurang informasi.dan lain sebagainya. maka terpaksa Ustadz Sunarto selaku pengganti kepala sekolah di madrasah tersebut tetap melakukan pembelajaran agama di madrasah Diniyah itu.
Dan
Saat ini, pembelajaran di madrasah tersebut sudah berjalan normal Kembali.
3.
Solusi atau ide kreatif kalian
Solusi
dari saya pribadi adalah perlunya pengembangan madrasah. Berupa penambahan
bangunan kelas, fasilitas pembelajaran yang lebh modern (seperti papan putih
yang pakai sepidol), penggunaan media teknologi agar menunjang pembelajaran di
madrasah, pelatihan terhadap guru-guru madrasah. Agar bisa mendidik para murid dan
bisa meencetak lulusan yang bisa bersaing ke tingkat nasional ataupun
interrnasional dalam bidang pengetahuan agama.
4.
Kesimpulan
Dari
observasi yang sudah saya lakukan dapat saya simpulkan bahwa, Pembelajaran yang
terdapat di madrasah Miftahus Shudur menggunakan metode pembelajaran dengan
sistem salaf (metode lama), pembeljaran hanya terbatas seorang Ustad / Guru
menjelaskan lalu didengarkan oleh para Murid.
Untuk
media pembelajarannya sendiri hanya terbatas pada kitab-kitab atau Buku-buku
yang telah tersedia, papan tulis, dan kapur. Semua media pembelajarannya tidak
menggunakan teknologi sama sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar