Rabu, 02 Desember 2020

PENANTIAN PANJANG

 

Oleh : Khoiruddin As - Sajari

Embun pagi masih menyelimuti desa. Masih enggan meninggalkan dedaunan. Berlusuh - lusuh manja pada ranting ranting pohon. Menggenangi pucuk pucuk rerumputan. Menciptakan kristal - kristal putih yang menawan, Semilir angin bertiup pelan mengisi celah-celah kesunyian di pagi semu petang. Membuat orang-orang enggan beraktifitas. Menyihir para binatang tertidur dalam belaian pagi yang dingin. Sesekali angin bertiup kencang sehingga menimbulkan rasa dingin menusuk tulang.

Tak lama kemudian angin kembali bertiup lebih kencang menampar tubuh seorang perempuan di balik pohon cemara. Menyadarkannya dari lamunan panjang. Cairan hangat terjatuh di pipinya. Merangkak pelan dan terjatuh menimpa dedaunan kering. Seperti hidupnya kering dan gersang. "Lisa...lisa.. Apa yang kau lakukan disana..? Apakah masih sama dalam penantian yang panjang. Dia tidak akan kembali". Teriak lelaki tinggi yg tak lain adalah kakaknya. Lisa tetap saja tak bergeming dari tempatnya, tak sepatah katapun keluar dari bibirnya. Hanya kecamuk dan jeritan hatinya yg mengisi setiap pagi di bawah cemara penantian.

Sesekali ia menghela nafas dalam mencoba membenamkan keadaan. Menyusuri tiap detik yang terhempas jauh diujung waktu. Mencoba menghadirkan kembali sosok yg dirindukannya. Yang membuatnya mematung setiap pagi di tempat itu.

Perlahan mentari membuka mata, mengirim sinarnya melahap habis sisa-sisa embun pada dedaunan. Melahap pagi yg diharap masih panjang oleh lisa. Ia merasa kesal, kenapa pagi begitu cepat berlalu. Pejaman matanya mengandung luka dan kekecewaan. "Arya dimana kamu..setiap pagi aku menunggumu. kenapa kau tak kembali apakah kau sudah lupa? ditempat inilah hubungan kita terjalin". Teriaknya dalam batin. Langkah kakinya kian berat. Ia merasa lelah dengan semua ini. ia kalah pada penantian yang tak tau kapan akan berakhir. Sudah lebih satu tahun ia korbankan pagi untuk menemani cemara itu, berharap kemunculan seseorang di sampingnya. Ya, seseorang yang tak pernah pudar dalam ingatannya. Seseorang yang mengacaukan harapan demi harapan yg ia tata dengan begitu sempurna.. Kini hanya meninggalkan seberkas luka yang tak mungkin terobati ditaburi tanda tanya yg tak ada habisnya.

Mengapa? dan

Bagaimana, Hubungan kita.?

                                                                                                             Pangarengan, 12 November 2020.

4 komentar:

Legenda Putri Nandi dan Asal Usul Desa Karongan. Buku Masteka dari Sampang

 Konon katanya penguasa ke -6 Raja Majapahit yang bernama Dewi suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana. Ia memperluas kerajaan Majapahit denga...