"Tunggu Saya Pulang"
Dalam lelap, Tanah hangat itu memanggil namaku
Aku tersentak dari lelap
Juga termenung dalam senyap
“Mungkin tanah itu merindukanku”
Gumamku dalam diam
Dia rindu Saat kuinjak dengan tawa
Juga kucakar dalam lara
Saat tubuh ini merebah karena Lelah
dia yang melanjutkan kisah
Tanahku…
Digubuk juang ini
Aku menarik kesabaran.
Detik, menit, jam, hari, hingga bulan kubertahan
Berusaha sampai pada pucuk perjuangan
Demi mimpi-mimpi masa depan yang ingin kuwujudkan
Tunggu saya pulang
Membawa perubahan.
KHOIRUDDIN, 3 oktober 2020
Korang lanjeng den
BalasHapusMasih belajar tretan
BalasHapus