Asal muasal desa Nepa ternyata tidak terlepas dari proses sejarah kerajaan yng ada di Jawa. Dimana seorng putri kerajaan medang kamulan yang hijrah ke tanah madura tepatnya di gunung gigir karena dia diusir dan mau eksekusi mati oleh Ayahnya karena hamil di luar nikah... Padahal kehamilannya terjadi karena peristiwa Ghoib berkat mimpi yang dia alami... Seorang patih yang ditugasi oleh Raja untuk membunuh anaknya ditengah hutan bernama Pranggulang ditemani oleh beberapa prajurit untuk membawa putri ke tengah hutan lalu mengeksekusinya.
Setelah sampai patih menghunus kan pedangnya pada leher Putri (Bendoro Gung) namun, Bendoro Gung mengatakan jika pedangnya mampu membunuhnya maka ia bersalah, jika tidak berarti dia tidak bersalah... B setelah menghujam kan pedangnya pada leher puti Gung sebanyak 3 kali. Ternyata tidak mempan. Boleh sebab itu sangat patih berkesimpulan bahwa putri Gung tdk berzina. Mereka memutuskan untuk kabur dari Kerajaan dan membantu putri membuatkan rakit untuk berlayar dan keluar dari pulau itu, setelah terombang ambing di laut sampailah mereka di pulau Madura, dan berlabuh di gunung geger... Setelah sampai semuanya mengubah identitasnya Sang patih mengubah namanya menjadi Ki Poleng.
Di daratan (gunung geger) itu sang putri merasa kelaparan, ditengah kelaparan itu sangat putri berusaha mencari makanan ditengah ki Poleng dan prajuritnya memetakan wilayah di sekitar sana.
Sang putri menemukan randu yang dihiasi sarang madu. Adanya pohon di tanah lapang yang dihuni madu konon dianggap sebagai sebagai asal usul dari kata Madura yang berasal dari kata Madu ning oro-oro (madu di tanah lapang).
Setelah beberapa bulan dan beberapa peristiwa lahirlah seorang anak dari seorang putri tersebut di beri nama Taden segoro (pangeran laut) Karena dia lahir di pantai.
Pada suatu saat ketika bermain di dihanpiri oleh 2 naga. Setelah menceritakan pada ibunya. Sang putri meminta ki polong untuk membantu anaknya menghadaoi 2 naga tersebut, ternyata naga tersebut tdk bermaksud jahat namun naga tersebut memang menunggu raden segoro. Setelah diberi tahu ki poleng akhirnya naga tersebut di tangkap dan dihempaskan ke tanah dan akhirnya naga tersebut menjadi 2 buah tombak. Satunya di simpan di rumah, satunya lagi di bawa untuk senjata.
Setalah itu sampailah pada peristiwa kerajaan Medang kamulan diserang oleh tentara cina dan kerajaan tersebut kewalahan... Oleh karena itu raja melalui rakyatnya mendengar kabar bahwa ada seorang pemuda yang sakti di sebuah pulau... Oleh karena itu raja mengutus patihnya untuk menemui pemuda tersebut (raden segoro) untuk membantu kerajaannya yang hampir kalah oleh serangan Tentara cina.
Berangkatlah raden segoro untuk membantu kerajaan tersebut...sesampainya di dalam pertarungan akhirnya raden segoro berhasil menyelesaikan keadaan dan memenangkan pertarungan tersebut. Setelah itu, raja memberinya gelar kehormatan dan berencana menikahkan putrinya di segoro. Setelah mendengar hal tersebut, segoro pulang dan meminta pendapat ibunya...
Setelah mendengar kabar tersebut, ibunya langsung menceritakan hal yg sebenarnya, bahwa segoro adalah cucu raja tersebut, dan yang akan dibikahkan ke dia adalah bibinya sendiri...
Setelah mendengar kabar tersebut segoro langsung mengirim surat penolakan bahwa dia tidak bersedia dinikahkan pada putri raja... Mendengar kabar tersebut sangat raja murka dan berencana menyerang dan membawa raden segoro dengan paksa ke dalam kerajaan...
Kabar tersebut terdengar oleh ibu, ki Poleng, dan Raden Segoro.. Mereka memilih kabur... Dan berlabuh ke suatu tempat yang banyak Pohon Nipah (Asal usul kata Nepa) setelah bersemedi panjang akhirnya mereka hilang dan tak terlihat kembali, konon katanya monyet-monyet yang ada di daerah Nepa itu merupakan jelmaan dari prajuritnya ki Poleng dan Raden Segoro tersebut...
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar