Jumat, 10 Desember 2021

RESENSI FILM SEJUTA SAYANG UNTUKNYA

 



NAMA            : MOH RUDDIN

NIM                : 19381071048

KELAS           : TBIN A 2019

 

 

Resensi Film Sejuta Sayang Untuknya

 

 

Identitas Film : 

 

Sutradara         : Herwin Novianto

Produser          : Zairin Zain

Penulis             : Wiraputra Basri

Penulis cerita   : Amirudin Olland

Pemeran 

  1. Deddy Mizwar
  2. Syifa Hadju
  3. Umay Shahab

Penata musik               : Tya Subiakto

Sinematografer            : Yudi Datau

Penyunting                  : Bayu Samantha Agni

Perusahaan produksi   : Citra Sinema & MD Pictures

Distributor                   : Disney+  Hotstar

Tanggal rilis                : 23 Oktober 2020 (Indonesia)

Durasi                          : 97 menit

 

Sinopsis Film :

 

Aktor Sagala (Deddy Mizwar) Mempunyai Pandangan bahwa hidup adalah perjuangan untuk membahagiakan Gina (Syifa Hadju), Putri satu-satunya. Dan bagi Gina yang utama adalah menghentikan penderitaan Ayanya. Kenapa? Karena mereka, bapak dan anak yang saling mencintai.

Kata Aktor “Gina… kau berjalan dua langkah saja, aku sudah rindu”. Dan kata Gina “Izinkan Gina menghentikan episode-episode kehidupan Papa yang penuh penderitaan”.

Sebagai seorang single parent, tokoh Sagala dituntut sebagai pencari nafkah, mengurus berbagai keperluan rumah tangga dan hal paling penting, ia bertekad bahwa Gina harus tumbuh dengan baik dan berpendidikan tinggi. Sagala adalah sosok ayah yang selalu bersikap hangat kepada Gina. Sosok pelindung dan pengayom. Ia tak pernah mencoba untuk menutupi kenyataan hidup yang dihadapinya sebagai figuran dalam tiap produksi film. Banyak peran yang dimainkan oleh Aktor Sagala, tapi peran yang paling disukai adalah peran menjadi Papa Gina.

Gina, tumbuh sebagaimana umumnya remaja usia SMA. Gaul dan punya prestasi bagus di sekolahnya. Diantara kehangatan cinta mereka, hadir Wisnu (Umay Shahab) teman satu sekolah Gina yang datang dengan cinta pula. Mereka bicara cinta, tapi tak satu pun terucap kata cinta. Bagi mereka cinta harus berwujud nyata, bukan sekedar kata-kata.

 

 

 

Penjelasan Film:

 

Film ini menceritakan tentang gigihnya seorang ayah (Aktor Sagala) yang bekerja demi putrinya (Gina). Ayah Gina bekerja sebagai pemain peran, walaupun hanya sebagai pemain figuran, namun ayah Gina tetap berusaha agar putrinya bisa sekolah sampai bangku perkuliahan. Segala cara ayah Gina lakukan agar Gina bahagia, mulai dari menjadi pemeran figuran, menjadi badut, dan berhutang ke tetangga bahkan temannya untuk membuat Gina bahagia.

Gina merupakan gadis cantik, dan pintar. Tak heran banyak cowok yang suka pada dirinya. Termasuk Wisnu, Wisnu adalah teman sekelas Gina. Nasib Gina dan Wisnu juga hampir sama, keduanya sama-sama ditinggal ibunya sejak kecil. Bedanya, ayah Wisnu orang kaya sedangkan ayah Gina orang sederhana. Wisnu lah yang membantu Gina saat Gina kesulitan mengikuti ujian Try Out berbasis Online, Wisnu yang meminjamkan Handphone agar Gina bisa mengikuti Try Out tersebut. 

 

Kekurangan

 

Terdapat adegan yang tak berfungsi dengan baik. Missal Karakter Tokoh Doni (Edbert Einstain), dari awal sampai akhir dirinya kurang peran dalam cerita tersebut. Dia hanya jadi orang yang jatuh cinta pada Gina, tapi kurang beruntung. Bahkan, Ketika dia memotret Gina dan Wisnu yang tengah berebut ponsel, dan kemudian foto itu disebar ke seluruh sekolah, tidak berdampak apapun pada cerita. Hanya saja menambah durasi film.dan menurut saya, ending dalam film tersebut kurang berkesan.

 

Kelebihan

 

Dalam film ini terdapat banyak pesan moral yang dapat dipetik oleh kalangan muda khusunya mereka yang masih berada dalam bangku sekolah. Film ini sangat menginspirasi dan menyadarkan para pelajar agar lebih menghargai perjuangan orang tua untuk membahagiakan anaknya.

 

Kesimpulan:

 

Film ini cocok untuk para pelajar, Khususnya Mahasiswa agar lebih bersyukur dan menghargai perjuangan orang tua. Karena, masih banyak orang tua lain diluar sana yang banting tulang demi kebahagiaan dan pendidikan anaknya. Apapun pekerjaan orang tua kita, kita harus bangga. Karena mereka ingin kita bahagia, mereka tidak meminta balasan. Cukup dengan sekolah yang benar dan Rajin agar kita bisa membanggakan orang tua dengan prestasi kita.



 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Legenda Putri Nandi dan Asal Usul Desa Karongan. Buku Masteka dari Sampang

 Konon katanya penguasa ke -6 Raja Majapahit yang bernama Dewi suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana. Ia memperluas kerajaan Majapahit denga...