NAMA
: MOH RUDDIN
NIM : 19381071048
KELAS : TBIN A 2019
Resensi
Film Sejuta Sayang Untuknya
Identitas Film :
Sutradara :
Herwin Novianto
Produser :
Zairin Zain
Penulis :
Wiraputra Basri
Penulis cerita : Amirudin
Olland
Pemeran
- Deddy
Mizwar
- Syifa
Hadju
- Umay
Shahab
Penata musik : Tya
Subiakto
Sinematografer : Yudi
Datau
Penyunting : Bayu
Samantha Agni
Perusahaan produksi : Citra Sinema & MD Pictures
Distributor : Disney+
Hotstar
Tanggal rilis : 23
Oktober 2020 (Indonesia)
Durasi : 97
menit
Sinopsis Film :
Aktor Sagala (Deddy Mizwar) Mempunyai Pandangan
bahwa hidup adalah perjuangan untuk membahagiakan Gina (Syifa Hadju), Putri
satu-satunya. Dan bagi Gina yang utama adalah menghentikan penderitaan Ayanya.
Kenapa? Karena mereka, bapak dan anak yang saling mencintai.
Kata Aktor “Gina… kau berjalan dua langkah
saja, aku sudah rindu”. Dan kata Gina “Izinkan Gina menghentikan
episode-episode kehidupan Papa yang penuh penderitaan”.
Sebagai seorang single parent, tokoh Sagala
dituntut sebagai pencari nafkah, mengurus berbagai keperluan rumah tangga dan
hal paling penting, ia bertekad bahwa Gina harus tumbuh dengan baik dan berpendidikan
tinggi. Sagala adalah sosok ayah yang selalu bersikap hangat kepada Gina. Sosok
pelindung dan pengayom. Ia tak pernah mencoba untuk menutupi kenyataan hidup
yang dihadapinya sebagai figuran dalam tiap produksi film. Banyak peran yang
dimainkan oleh Aktor Sagala, tapi peran yang paling disukai adalah peran
menjadi Papa Gina.
Gina, tumbuh sebagaimana umumnya remaja usia SMA.
Gaul dan punya prestasi bagus di sekolahnya. Diantara kehangatan cinta mereka,
hadir Wisnu (Umay Shahab) teman satu sekolah Gina yang datang dengan cinta
pula. Mereka bicara cinta, tapi tak satu pun terucap kata cinta. Bagi mereka
cinta harus berwujud nyata, bukan sekedar kata-kata.
Penjelasan Film:
Film ini menceritakan tentang gigihnya seorang
ayah (Aktor Sagala) yang bekerja demi putrinya (Gina). Ayah Gina bekerja
sebagai pemain peran, walaupun hanya sebagai pemain figuran, namun ayah Gina
tetap berusaha agar putrinya bisa sekolah sampai bangku perkuliahan. Segala
cara ayah Gina lakukan agar Gina bahagia, mulai dari menjadi pemeran figuran,
menjadi badut, dan berhutang ke tetangga bahkan temannya untuk membuat Gina
bahagia.
Gina merupakan gadis cantik, dan pintar. Tak
heran banyak cowok yang suka pada dirinya. Termasuk Wisnu, Wisnu adalah teman
sekelas Gina. Nasib Gina dan Wisnu juga hampir sama, keduanya sama-sama
ditinggal ibunya sejak kecil. Bedanya, ayah Wisnu orang kaya sedangkan ayah
Gina orang sederhana. Wisnu lah yang membantu Gina saat Gina kesulitan
mengikuti ujian Try Out berbasis Online, Wisnu
yang meminjamkan Handphone agar Gina bisa mengikuti Try Out tersebut.
Kekurangan
Terdapat adegan yang tak berfungsi dengan baik.
Missal Karakter Tokoh Doni (Edbert Einstain), dari awal sampai akhir dirinya
kurang peran dalam cerita tersebut. Dia hanya jadi orang yang jatuh cinta pada
Gina, tapi kurang beruntung. Bahkan, Ketika dia memotret Gina dan Wisnu yang
tengah berebut ponsel, dan kemudian foto itu disebar ke seluruh sekolah, tidak
berdampak apapun pada cerita. Hanya saja menambah durasi film.dan menurut saya,
ending dalam film tersebut kurang berkesan.
Kelebihan
Dalam film ini terdapat banyak pesan moral yang
dapat dipetik oleh kalangan muda khusunya mereka yang masih berada dalam bangku
sekolah. Film ini sangat menginspirasi dan menyadarkan para pelajar agar lebih
menghargai perjuangan orang tua untuk membahagiakan anaknya.
Kesimpulan:
Film ini cocok untuk para pelajar, Khususnya
Mahasiswa agar lebih bersyukur dan menghargai perjuangan orang tua. Karena,
masih banyak orang tua lain diluar sana yang banting tulang demi kebahagiaan
dan pendidikan anaknya. Apapun pekerjaan orang tua kita, kita harus bangga.
Karena mereka ingin kita bahagia, mereka tidak meminta balasan. Cukup dengan
sekolah yang benar dan Rajin agar kita bisa membanggakan orang tua dengan
prestasi kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar