Oleh Kelompok 3
Moh.Ruddin* Farichatuz Zahroh*, Sri Dewi Maisyarani**
Abstrak
Penelitian yang berjudul “ Analsiis Kalimat Inspiratif dalam Buku Ikhlas Paling Serius Karya Fajar Sulaiman” bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kalimat-kalimat inspiratif dalam Buku Ikhlas Paling Serius karya Fajar Sulaiman dan faktor-faktor yang mendasari munculnya kalimat inspiratif tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif diskriptif. Sumber data diperoleh dari Buku Ikhlas Paling Serius karya Fajar Sulaiman, kemudian mendekripsikan atau menjelaskan kalimat inspiratif yang mempengaruhinya dan kemudian menjelaskan kalimat-kalimat inspiratif serta makna yang terkandung dalam kata-kata buku tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa Buku Ikhlas Paling Serius karya Fajar Sulaiman mengajarkan kita untuk memperbanyak rasa ikhlas, sabar, bersyukur dan mencintai Allah yang paling utama.
PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan zaman kehidupan manusia terbagi menjadi dua
bagian di kehidupan nyata dan di kehidupan dunia maya ( Rospita. 2017). Sering kita
jumpai melalui media massa
kalimat-kalimat yang mampu menggugah semangat kita. Baik dalam buku, novel,
cerpen (cerita pendek ) atau malah media sosial. Oleh karena itu di zaman yang modern ini banyak kalimat inspiratif yang terdapat di buku lalu di
kemas kembali melalui video, baik di Instagram
maupun di Tiktok. Untuk sekedar hiburan, atau perasaan yang
mengantung dan mampu memikat para
pembacanya.
Inspirasi adalah menyatakan benda, tempat , seseorang atau semua benda
dan segala yang dibendakan ( Budhi Setianto. 2021).
Kalimat inspiratif yang menjadi favorit
masyarakat dalam berbagai usia khususnya remaja dan anak-anak adalah
kalimat yang sedang di landa patah hati. Kalimat inspiratif memiliki beberapa
ciri khas yaitu memiliki tema yang mampu di kembagkan, memiliki alur cerita,
memberikan inspirasi dan menggugah perasaan.
Kata-kata
inspiratif yang keluar baik dalam mulut maupun dari tulisan seseorang mampu membuat suatu
keadaan menjadi lebih baik dan kehidupan ini merubah menjadi indah, menghayati
setiap kata dan memberikan goresan pena dalam suatu kata bijak dalam setiap langkah
(Streno Pena. 2020).
Kalimat
Inspiratif merupakan kalimat yang didalamnya berisi cerita fiksi maupun
pengalaman yang benar-benar terjadi dan mampu mengunggah inspirasi dan
semangat seseorang untuk membacanya. Hal ini terlihat pada buku inspiratif “ Ikhlas
Paling Serius”.
Buku “Ikhlas Paling Serius” ini merupakan buku
yang bergenre romance, yang berisi tentang himpunan kalimat inspiratif yang tulus dari hati yang tersakiti yang
menceritakan kekecewaanya ditinggalkan oleh seseorang tercinta dan mencoba
melupakan dengan cara mengikhlaskannya. Dalam buku tersebut hampir semua isinya
bermakna tersakiti, perpisahan, harapan
dan cara mengkhilaskan seseorang,
tetapi masih ada sebongkah sajak rindu, memaafkan, mencintai karena
Tuhan, dan menemukan sosok pengganti,
lalu pada akhirnya isi buku ini
menemukan seseorang untuk menjadi titik pelabuhan terakhirnya.
Pada buku ini terdapat kalimat-kalimat yang mampu memberikan dorongan semangat positif bagi para pembacanya. Berdasarkan hal tersebut perlu dikaji analisis kalimat inspiratif Ikhlas Paling Serius karya Fajar Sulaiman
METODE
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Menurut Sugiono, penelitian kualitatif adalah
peneliti ditempatkan sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan
secara penggabungan dan analisis data bersifat induktif (Sugiyono. 2018).
Menurut Poerwandari (2005), penelitian kualitatif menghasilkan dan mengolah
data yang bersifat deskriptif, seperti analisis, transkripsi wawancara dan
observasi.
Dasar mengggunakan metode ini adalah
karena penelitian ini ingin mengetahui tujuan meganalisis teks kalimat inspiratif pada buku “Ikhlas Paling Serius” KaryaFajar
Sulaiman. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa dan kalimat yang
memiliki nilai inspiratif. Sumber buku dalam penelitian ini buku teknik
pustaka, simak dan catat. Teknik pustaka berdasarkan sumber tertulis yakni buku
“Iklhas Paling Serius”.
Adapun teknik simak dan catat dilakukan
peneliti dengan cara membaca secara cermat buku “Ikhlas Paling Serius” karya
Fajar Sulaiman untuk menemukan kata, klausa, kalimat untuk menemukan makna kalimat inspiratif, selanjutnya dilakukan
pencatatan pada data. Analisis data dalam penelitian ini mengggunakan metode deskriptif
kualitatif untuk menganalisis suatu peristiwa sosial.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian analisis isi yang dilakukan oleh peneliti pada beberapa sumber data penelitian yang berkaitan dengan buku “Ikhlas Paling Serius”. Penelitian menganalisis kalimat Inspiratif dalam buku “ Ikhlas Paling Serius” Karya Fajar Sulaiman. Berikut tabelnya Tabel 1. 1 Deskripsi Data
|
|
Deskripsi Data |
Nilai Inspiratif |
Halaman Buku |
|
1.
|
Mengapa harus menunggu pelangi menghiasi langit? Sesekali jadilah pelangi Yang menghiasi langit seseorang Yang meniadakan badainya Ketika kamu datang kehidupnya. |
Pelangi |
Hal. 58 |
|
2. |
Mencintailah sewajarnya. Bila suatu saat nanti Kau kehilangannya, Sedihmu pun akan Sewajarnya.
|
Mencintai sewajarnya |
Hal. 156 |
|
3. |
Tinggalkan dia yang membuatmu bertahan dalam Penantian panjang tanpa kepastian, jangan biarkan kamu Menjadi pilihan disaat dia tidak lagi memiliki pilihan
|
Tanpa Kepastian |
Hal. 146 |
|
4. |
Maka tuhan akan mencintai segala sesuatu
yang kau cintai. |
Di cintai Tuhan |
Hal. 160 |
|
5. |
Dia pergi karena kamu meminta yang terbaik,
dan nyatanya yang terbaik bukanlah dia. |
Terbaik
|
Hal 10 |
|
6. |
Ada... Yang begitu dekat namun Bukan untuk dimiliki, Hanya untuk disyukuri dan dicintai dalam diam.
|
Bersyukur |
Hal. 34 |
|
7. |
Tak perlu keras kepala mempertahankan hati
yang seharusnya dilepaskan. Jangan menunda rasa sakit untuk mendapatkan yang
lebih menyakitkan lagi nantinya. Tidak sedikit orang yang tidak mampu
melepaskan karena cinta yang terlampaui dalam. Tak peduli dan tak sadar bahwa
dia berjuang sendirian. |
Melepaskan |
Hal. 28 |
|
8.
|
Kelak kau kan menemui
ketiadaanku, Merindukann kehadiranku, dan menyesali kepergianku. Setelah kau menyadari bahwa Ada hati selapang ini. Tak ada hati Yang bersedia Menerima Segala kekuranganmu. |
Tulus |
Hal. 21 |
|
9. |
Ketika kamu mencintai
manusia Sejatuh-jatuhnya, Maka bersiaplah Kecewa sedalam-dalamnya. |
Mencintai sewajarnya |
Hal. 26 |
|
10. |
Pada akhirnya yang
pernah mencintai tanpa tapi, Pernah bertahan tanpa paksaan, dan Pernah sabar menanti sadar pun, Akan melepaskan tanpa pesan. |
Sabar |
Hal. 43 |
Analisis Kalimat Inspiratif
Dari kata-kata no. 1 yang terdapat kalimat inspiratif yaitu, di
“Sesekali jadilah pelang”. Karena dalam
kalimat itu terdapat kata “Pelangi” yang memiliki arti yaitu mempunyai
warna-warni, cerah, indah. Dan dapat diartikan memberi kesan yang positif
terhadap seseorang, dan memberi warna baru, memberi kehidupan baru kepada
seseorang yang sebelumnya terdapat masalah yang begitu besar.
Mengapa harus menunggu pelangi
menghiasi langit?
Sesekali jadilah pelangi
Yang menghiasi langit seseorang
Yang meniadakan badainya
Ketika
kamu datang kehidupnya. (Hal 58)
Dari kata –kata no. 2
terdapat kalimat inspiratif yaitu, pada kalimat “Sedihmu pun akan
sewajarnya”. Di dalam kalimat tersebut terdapat kalimat inspiratif yang artinya,
cintailah seseorang dengan wajar, jika kelak kamu kehilangannya kamu tidak
merasa sangat kehilangan orang tersebut, jadi sedihmu tidak akan
berlarut-larut. Terdapat kalimat inspiratif yang menyuruh seseorang untuk
mencintai orang lain dengan wajar.
Mencintailah sewajarnya.
Bila suatu saat nanti
Kau kehilangannya,
Sedihmu pun akan
Sewajarnya. (Hal. 156)
Dari kata-kata no. 3 terdapat
kalimat inspiratif yaitu, pada kalimat “Jangan biarkan kamu menjadi pilihan
disaat dia tidak lagi memiliki pilihan”. Kalimat di atas terdapat kalimat
inspiratif yang terkandung di dalamnya, dimana memiliki arti yang dimaksud
jangan bertahan dengan seseorang yang menganggapmu sebagai cadangan atau cuman
orang yang dianggap dibutuhkan, ketika kelaknya ia kehilangan orang yang pernah
ada dikehidupannya.
Tinggalkan dia yang membuatmu
bertahan dalam
Penantian panjang tanpa
kepastian, jangan biarkan kamu
Menjadi pilihan disaat dia tidak
lagi memiliki pilihan. ( Hal. 146)
Dari kata-kata no. 4 terdapat kalimat inspiratif yaitu “maka Tuhan akan
mencitai” kalimat tersebut merupakan kalimat inspiratif, dimana Tuhan akan
mencintai sesuai hambanya mencintai. Tetapi mencintai disini mencintai kearah
yang leih baik dan tentunya tidak menyekutukan Tuhan.
Maka tuhan akan
mencintai segala sesuatu yang kau cintai. ( Hal. 160)
Dari kata-kata no. 5 terdapat kalimat
inspiratif’” Dia pergi karena kamu meminta yang terbaik” dimana memiliki
arti yang terbaik tidak akan meninggalkanmu walau ujian berat sekalipun dia
akan tetap memperjuangkanmu.
Dia pergi karena kamu
meminta yang terbaik, dan nyatanya yang terbaik bukanlah dia. ( Hal. 10)
Dari Kata-kata no. 6 Penggunaan bahasa dalam buku karya fajar ini menggunakan bahasa yang sederhana dan
jelas, ini menjadi kelebihan dari buku ini, Diksi-diksinya mudah difahami oleh
para pembaca khususnya bagi anak muda
(remaja), salah satunya dalam Dalam kutipan kalimat-kalimat pada buku karya
fajar halaman yang saya kutip diatas, isi dalam kalimat-kalimat diatas adalah
kita ditekankan untuk sadar diri agar tidak mati-matian memperjuangkan
seseorang yang yang sudah jelas-jelas tidak menganggap kita. Jangan sampai atas
nama cinta kita menjadi buta, atas nama cinta kita tidak bisa berfikir sehat,
dan atas nama cinta kita tidak bisa membedakan mana yang pantas diperjuangkan
dan yang tak pantas diperjuangkan. Kalimat-kalimat diatas menjadi sebuah pelajaran
bagi pembaca agar lebih tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tak penting (
membuang-buang waktu).
Ada...
Yang begitu dekat
namun
Bukan untuk dimiliki,
Hanya untuk disyukuri
dan dicintai
dalam diam. (Hal.34)
Dari
Kata-kata no. 7 Penggunaan bahasa dalam
buku karya fajar ini menggunakan bahasa
yang sederhana dan jelas, ini menjadi kelebihan dari buku ini, Diksi-diksinya
mudah difahami oleh para pembaca khususnya
bagi anak muda (remaja), salah satunya dalam Dalam kutipan
kalimat-kalimat pada buku karya fajar halaman yang saya kutip diatas, isi dalam
kalimat-kalimat diatas adalah kita ditekankan untuk sadar diri agar tidak
mati-matian memperjuangkan seseorang yang sudah jelas-jelas tidak menganggap
kita. Jangan sampai atas nama cinta kita menjadi buta, atas nama cinta kita
tidak bisa berfikir sehat, dan atas nama cinta kita tidak bisa membedakan mana
yang pantas diperjuangkan dan yang tak pantas diperjuangkan. Kalimat-kalimat
diatas menjadi sebuah pelajaran bagi pembaca agar lebih tidak menyia-nyiakan
waktu untuk hal yang tak penting ( membuang-buang waktu).
Tak
perlu keras kepala mempertahankan hati yang seharusnya dilepaskan. Jangan
menunda rasa sakit untuk mendapatkan yang lebih menyakitkan lagi nantinya. Tidak
sedikit orang yang tidak mampu melepaskan karena cinta yang terlampaui dalam.
Tak peduli dan tak sadar bahwa dia berjuang sendirian. ( Hal. 28)
Dalam kutipan kalimat diatas no. 8, seorang fajar sedang mencurahkan isi
hatinya untuk dijadikan pelajaran dan sekaligus nasehat bagi para pembaca untuk
sadar bahwa jangan pernah menyia-nyiakan seseorang yang benar-benar tulus
mencintaimu. Menerima segala kekurangan dan kelebihan. Jika kau
menyia-nyiakannya, maka suatu saat akan menyadarinya Ketika seorang tersebut
telah pergi dari hidupmu.
Bila dianalisis dari diksi-diksinya kalimat ini menjadi ungkapan hati
dari penulis kepada wanita untuk tidak menyia-nyiakan perjuangan dari seorang
pria yang benar-benar mencintai setulus hati. Dan penyesalan akan datang Ketika
seorang pria yang tulus mencintai pergi selama-lamanya.
Kelak kau kan menemui ketiadaanku,
Merindukann
kehadiranku,
dan
menyesali kepergianku.
Setelah
kau menyadari bahwa
Ada
hati selapang ini.
Tak
ada hati
Yang
bersedia
Menerima
Segala
kekuranganmu. ( Hal. 21)
Dalam Kutipan Kalimat no. 9 diatas,
diksi-diksinya lebih tertuju pada nasehat Penulis kepada para pembaca agar
tidak berlebihan mempunyai rasa pada Manusia , agar tidak terlalu berharap pada
otrang lain (manusia). karena jika rasa mencitai yang terlalu berlebihan maka
akan berakhir dengan kekecewaan yang berlebih juga.
Diksi-diksi pada kutipan kalimat dari
buku fajar tersebut lebih tertuju pada nasehat pada pembaca agar jangan pernah
menaruh harapan pada manusia tetapi manaruh harapah pada ang maha kuasa.
Nasehat tersebut terlihat dalam kalimat “Ketika kamu mencintai manusia
Sejatuh-jatuhnya, Maka bersiaplah Kecewa
sedalam-dalamnya.”
Ketika kamu mencintai manusia Sejatuh-jatuhnya,
Maka
bersiaplah
Kecewa
sedalam-dalamnya. (Hal. 26)
Kalimat ini pada no. 10 muncul dan ditulis oleh fajar di dasarkan
pada pengalaman pribadi seorang fajar bahwa semua yang benar-benar mencintai
akan berakhir meninggalkan. Jika seorang tersebut tidak dianggap keberadaannya,
hal ini terlihat dalam kata “Pernah
bertahan tanpa paksaan” dari kata ini dapat kita simpulkan bahwa penulis
berpesan pada pembaca bahwa mereka yang tulus berjuang untuk orang yang
dicintai akhirnya akan pergi pada waktunya, karena tak dihargai dan hal yang paling
menyakitkan adalah Ketika orang tersebut pergi tanpa pesan ( pergi tanpa
pamit).
Pada akhirnya yang pernah mencintai tanpa tapi,
Pernah
bertahan tanpa paksaan, dan
Pernah
sabar menanti sadar pun,
Akan melepaskan tanpa pesan. ( Hal. 43)
Dalam sebuah teks inspiratif umumnya mengambarkan tentang seorang tokoh,
dan terkandung ungkapan empati, simpati, kepeduliaan, atau perasaan pribadi
(Erwan Rahmat. 2019). Teks inspiratif ini dapat membuat seseorang berbuat baik
sebagai hasil dari inspirasi cerita yang ada seperti halnya pada
kalimat-kalimat inspiratif diatas.
SIMPULAN
Inspirasi adalah menyatakan benda, tempat , seseorang atau semua benda
dan segala yang dibendakan ( Budhi Setianto. 2021).
Kalimat inspiratif yang menjadi
favorit masyarakat dalam berbagai usia
khususnya remaja dan anak-anak adalah kalimat yang sedang di landa patah hati.
Kalimat inspiratif memiliki beberapa ciri khas yaitu memiliki tema yang mampu
di kembagkan, memiliki alur cerita, memberikan inspirasi dan menggugah
perasaan.
Kalimat inspirasi yang
terdapat pada Buku “Ikhlas Paling Serius” didasari oleh faktor perasaan,
harapan dan minat. Dalam
kalimat inspiratif “Ikhlas Paling Serius” banyak kalimat berisi tentang
mencintai, melupakan, mengkhilaskan, dan menemukan pelangi baru. Dalam analisis
kalimat pada buku” Ikhlas paling serius” kebanyakan berisi tentang cara
mengkhilaskan orang yag tercinta, diksi-diksi dalam bahasanya sangat mudah
dipahami tetapi kebanyakan isi kalimat inspiratifnya yaitu tentang
mengkhilaskan sehingga terkesan tau alur kalimatnya. Namun meskipun demikian Buku “Ikhlas Paling
Serius” merupakan buku populer untuk kalangan anak muda, apalagi dilanda patah
hati karena kalimat-kalimatnya mampu menguggah para pembaca.
SARAN
Kajian tentang kalimat inspiratif ini semoga diharapkan dapat dipahami
oleh baik oleh para pendidik, guru, agar dapat memotivasi siswa yang sedang di
landa patah hati dan memotivasi siswa baik selama proses pembelajaran maupun
setelahnya. Semoga analisis ini dapat dijadikan sebagai sumbangsih dunia
pendidikan, seperti dijadikan sumbangsih bahan ajar.
DAFTAR
RUJUKAN
Sulaiman, Fajar.
(2021). Ikhlas Paling Serius. Jakarta Selatan: Mediakita.
Sugiyono. (2018). Metode
penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Rospita. (2017).
Fakultas Kehidupan di Media Sosial. Yogyakarta: Masiva Indonesia
Setianto,Budhi
Purwowiyanto. (2021). Glosarim (Kamus
Ringkes). Jakarta: H&B/Hert-&- Beyond PERKI Jakarta
Pena, Streno. ( 2020). Kata Bijak Motivasi
2020. Jakarta: Streno Pena
Tidak ada komentar:
Posting Komentar