Jumat, 10 Desember 2021

Artikel Analisis Kalimat Inspiratif dalam Buku Ikhlas Paling Serius Karya Fajar Sulaiman

 

Oleh Kelompok 3 

Moh.Ruddin* Farichatuz Zahroh*,  Sri Dewi Maisyarani**


Abstrak

Penelitian yang berjudul “ Analsiis Kalimat Inspiratif dalam Buku Ikhlas Paling Serius Karya Fajar Sulaiman” bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kalimat-kalimat inspiratif dalam Buku Ikhlas Paling Serius karya Fajar Sulaiman dan faktor-faktor yang mendasari munculnya kalimat inspiratif tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif diskriptif. Sumber data diperoleh dari Buku Ikhlas Paling Serius karya Fajar Sulaiman, kemudian mendekripsikan atau menjelaskan kalimat inspiratif yang mempengaruhinya dan kemudian menjelaskan kalimat-kalimat inspiratif serta makna yang terkandung dalam kata-kata buku tersebut.  Hasil analisis menunjukkan bahwa Buku Ikhlas Paling Serius karya Fajar Sulaiman mengajarkan kita untuk memperbanyak rasa ikhlas, sabar, bersyukur dan mencintai Allah yang paling utama.  

PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan  zaman kehidupan manusia terbagi menjadi dua bagian di kehidupan nyata dan di kehidupan dunia maya ( Rospita. 2017).   Sering  kita  jumpai  melalui media massa kalimat-kalimat yang mampu menggugah semangat kita. Baik dalam buku, novel, cerpen (cerita pendek ) atau malah media sosial.  Oleh karena itu di zaman yang modern ini  banyak kalimat  inspiratif yang terdapat di buku lalu di kemas kembali melalui video,  baik di Instagram maupun di Tiktok. Untuk sekedar hiburan, atau perasaan yang mengantung  dan mampu memikat para pembacanya.

            Inspirasi adalah menyatakan benda, tempat , seseorang atau semua benda dan segala yang dibendakan ( Budhi Setianto. 2021).

       Kalimat inspiratif yang menjadi favorit  masyarakat dalam berbagai usia khususnya remaja dan anak-anak adalah kalimat yang sedang di landa patah hati. Kalimat inspiratif memiliki beberapa ciri khas yaitu memiliki tema yang mampu di kembagkan, memiliki alur cerita, memberikan inspirasi dan menggugah perasaan.

       

           Kata-kata inspiratif yang keluar baik dalam mulut maupun dari tulisan seseorang mampu membuat suatu keadaan menjadi lebih baik dan kehidupan ini merubah menjadi indah, menghayati setiap kata dan memberikan goresan pena dalam suatu kata bijak dalam setiap langkah (Streno Pena. 2020).

          Kalimat Inspiratif  merupakan kalimat  yang didalamnya berisi cerita fiksi maupun pengalaman yang benar-benar terjadi dan mampu mengunggah inspirasi dan semangat  seseorang untuk membacanya.  Hal ini terlihat pada buku inspiratif “ Ikhlas Paling Serius”.

           Buku  “Ikhlas Paling Serius” ini merupakan buku yang bergenre romance, yang berisi tentang himpunan kalimat inspiratif  yang tulus dari hati yang tersakiti yang menceritakan kekecewaanya ditinggalkan oleh seseorang tercinta dan mencoba melupakan dengan cara mengikhlaskannya. Dalam buku tersebut hampir semua isinya bermakna tersakiti, perpisahan, harapan  dan cara mengkhilaskan seseorang,  tetapi masih ada sebongkah sajak rindu, memaafkan, mencintai karena Tuhan, dan  menemukan sosok pengganti, lalu pada akhirnya isi buku ini  menemukan seseorang untuk menjadi titik pelabuhan terakhirnya.

        Pada buku ini terdapat kalimat-kalimat yang mampu memberikan dorongan semangat positif bagi para pembacanya. Berdasarkan hal tersebut perlu dikaji analisis kalimat inspiratif  Ikhlas Paling Serius karya Fajar Sulaiman

METODE

       Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif kualitatif.  Menurut Sugiono, penelitian kualitatif adalah peneliti ditempatkan sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara penggabungan dan analisis data bersifat induktif (Sugiyono. 2018). Menurut Poerwandari (2005), penelitian kualitatif menghasilkan dan mengolah data yang bersifat deskriptif, seperti analisis, transkripsi wawancara dan observasi.

       Dasar mengggunakan metode ini adalah karena penelitian ini ingin mengetahui tujuan meganalisis teks  kalimat inspiratif  pada buku “Ikhlas Paling Serius” KaryaFajar Sulaiman. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa dan kalimat yang memiliki nilai inspiratif. Sumber buku dalam penelitian ini buku teknik pustaka, simak dan catat. Teknik pustaka berdasarkan sumber tertulis yakni buku “Iklhas Paling Serius”.

     Adapun teknik simak dan catat dilakukan peneliti dengan cara membaca secara cermat buku “Ikhlas Paling Serius” karya Fajar Sulaiman untuk menemukan kata, klausa, kalimat untuk menemukan makna  kalimat inspiratif, selanjutnya dilakukan pencatatan pada data. Analisis data dalam penelitian ini mengggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis suatu peristiwa sosial.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian analisis isi yang dilakukan oleh peneliti pada beberapa sumber data penelitian yang berkaitan dengan buku “Ikhlas Paling Serius”. Penelitian menganalisis kalimat Inspiratif  dalam buku “ Ikhlas Paling Serius” Karya Fajar Sulaiman. Berikut tabelnya Tabel 1. 1 Deskripsi Data

 

 

Deskripsi Data

Nilai Inspiratif

         Halaman Buku

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengapa harus menunggu pelangi menghiasi langit?

Sesekali jadilah pelangi

Yang menghiasi langit seseorang

Yang meniadakan badainya

Ketika kamu datang kehidupnya.

Pelangi

Hal. 58

2. 

Mencintailah sewajarnya.

Bila suatu saat nanti

Kau kehilangannya,

Sedihmu pun akan

Sewajarnya.

 

Mencintai sewajarnya

Hal. 156

3.

Tinggalkan dia yang membuatmu bertahan dalam

Penantian panjang tanpa kepastian, jangan biarkan kamu

Menjadi pilihan disaat dia tidak lagi memiliki pilihan

 

Tanpa Kepastian

Hal. 146

4.

Maka tuhan akan mencintai segala sesuatu yang kau cintai.

Di cintai Tuhan

Hal. 160

5.

Dia pergi karena kamu meminta yang terbaik, dan nyatanya yang terbaik bukanlah dia.

Terbaik

 

Hal 10

6.

Ada...

Yang begitu dekat namun

Bukan untuk dimiliki,

Hanya untuk disyukuri

dan dicintai

dalam diam.

 

Bersyukur

 Hal. 34

7.

Tak perlu keras kepala mempertahankan hati yang seharusnya dilepaskan. Jangan menunda rasa sakit untuk mendapatkan yang lebih menyakitkan lagi nantinya. Tidak sedikit orang yang tidak mampu melepaskan karena cinta yang terlampaui dalam. Tak peduli dan tak sadar bahwa dia berjuang sendirian.

Melepaskan

Hal. 28

8.

 

Kelak kau kan menemui ketiadaanku,

Merindukann kehadiranku,

dan menyesali kepergianku.

Setelah kau menyadari bahwa

Ada hati selapang ini.

Tak ada hati

Yang bersedia

Menerima

Segala kekuranganmu.

Tulus

Hal. 21

9.

Ketika kamu mencintai manusia Sejatuh-jatuhnya,

Maka bersiaplah

Kecewa sedalam-dalamnya.

Mencintai sewajarnya

Hal. 26

10.

Pada akhirnya yang pernah mencintai tanpa tapi,

Pernah bertahan tanpa paksaan, dan

Pernah sabar menanti sadar pun,

Akan melepaskan tanpa pesan.

Sabar

Hal. 43

Analisis Kalimat Inspiratif

 

     Dari kata-kata no. 1 yang terdapat kalimat inspiratif yaitu, di “Sesekali jadilah pelang. Karena dalam kalimat itu terdapat kata “Pelangi” yang memiliki arti yaitu mempunyai warna-warni, cerah, indah. Dan dapat diartikan memberi kesan yang positif terhadap seseorang, dan memberi warna baru, memberi kehidupan baru kepada seseorang yang sebelumnya terdapat masalah yang begitu besar.

 

Mengapa harus menunggu pelangi menghiasi langit?

Sesekali jadilah pelangi

Yang menghiasi langit seseorang

Yang meniadakan badainya

Ketika kamu datang kehidupnya. (Hal 58)

 

Dari kata –kata  no. 2  terdapat kalimat inspiratif yaitu, pada kalimat “Sedihmu pun akan sewajarnya”. Di dalam kalimat tersebut terdapat kalimat inspiratif yang artinya, cintailah seseorang dengan wajar, jika kelak kamu kehilangannya kamu tidak merasa sangat kehilangan orang tersebut, jadi sedihmu tidak akan berlarut-larut. Terdapat kalimat inspiratif yang menyuruh seseorang untuk mencintai orang lain dengan wajar.

 

Mencintailah sewajarnya.

Bila suatu saat nanti

Kau kehilangannya,

Sedihmu pun akan

Sewajarnya. (Hal. 156)

 

Dari kata-kata no. 3 terdapat kalimat inspiratif yaitu, pada kalimat “Jangan biarkan kamu menjadi pilihan disaat dia tidak lagi memiliki pilihan”. Kalimat di atas terdapat kalimat inspiratif yang terkandung di dalamnya, dimana memiliki arti yang dimaksud jangan bertahan dengan seseorang yang menganggapmu sebagai cadangan atau cuman orang yang dianggap dibutuhkan, ketika kelaknya ia kehilangan orang yang pernah ada dikehidupannya.

 

Tinggalkan dia yang membuatmu bertahan dalam

Penantian panjang tanpa kepastian, jangan biarkan kamu

Menjadi pilihan disaat dia tidak lagi memiliki pilihan. ( Hal. 146)

       Dari kata-kata no. 4 terdapat kalimat inspiratif yaitu “maka Tuhan akan mencitai” kalimat tersebut merupakan kalimat inspiratif, dimana Tuhan akan mencintai sesuai hambanya mencintai. Tetapi mencintai disini mencintai kearah yang leih baik dan tentunya tidak menyekutukan Tuhan. 

 

Maka tuhan akan mencintai segala sesuatu yang kau cintai. ( Hal. 160)

 

 

      Dari kata-kata no. 5 terdapat kalimat  inspiratif’” Dia pergi karena kamu meminta yang terbaik” dimana memiliki arti yang terbaik tidak akan meninggalkanmu walau ujian berat sekalipun dia akan tetap memperjuangkanmu.

 

 

Dia pergi karena kamu meminta yang terbaik, dan nyatanya yang terbaik bukanlah dia. ( Hal. 10)

 

      Dari Kata-kata no. 6  Penggunaan bahasa dalam buku karya fajar  ini menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas, ini menjadi kelebihan dari buku ini, Diksi-diksinya mudah difahami oleh para pembaca khususnya  bagi anak muda (remaja), salah satunya dalam Dalam kutipan kalimat-kalimat pada buku karya fajar halaman yang saya kutip diatas, isi dalam kalimat-kalimat diatas adalah kita ditekankan untuk sadar diri agar tidak mati-matian memperjuangkan seseorang yang yang sudah jelas-jelas tidak menganggap kita. Jangan sampai atas nama cinta kita menjadi buta, atas nama cinta kita tidak bisa berfikir sehat, dan atas nama cinta kita tidak bisa membedakan mana yang pantas diperjuangkan dan yang tak pantas diperjuangkan. Kalimat-kalimat diatas menjadi sebuah pelajaran bagi pembaca agar lebih tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tak penting ( membuang-buang waktu).

 

Ada...

Yang begitu dekat namun

Bukan untuk dimiliki,

Hanya untuk disyukuri

dan dicintai

dalam diam. (Hal.34)

 

 

Dari Kata-kata no. 7  Penggunaan bahasa dalam buku karya fajar  ini menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas, ini menjadi kelebihan dari buku ini, Diksi-diksinya mudah difahami oleh para pembaca khususnya  bagi anak muda (remaja), salah satunya dalam Dalam kutipan kalimat-kalimat pada buku karya fajar halaman yang saya kutip diatas, isi dalam kalimat-kalimat diatas adalah kita ditekankan untuk sadar diri agar tidak mati-matian memperjuangkan seseorang yang sudah jelas-jelas tidak menganggap kita. Jangan sampai atas nama cinta kita menjadi buta, atas nama cinta kita tidak bisa berfikir sehat, dan atas nama cinta kita tidak bisa membedakan mana yang pantas diperjuangkan dan yang tak pantas diperjuangkan. Kalimat-kalimat diatas menjadi sebuah pelajaran bagi pembaca agar lebih tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tak penting ( membuang-buang waktu).

 

 

Tak perlu keras kepala mempertahankan hati yang seharusnya dilepaskan. Jangan menunda rasa sakit untuk mendapatkan yang lebih menyakitkan lagi nantinya. Tidak sedikit orang yang tidak mampu melepaskan karena cinta yang terlampaui dalam. Tak peduli dan tak sadar bahwa dia berjuang sendirian. ( Hal. 28)

 

      Dalam kutipan kalimat diatas no. 8, seorang fajar sedang mencurahkan isi hatinya untuk dijadikan pelajaran dan sekaligus nasehat bagi para pembaca untuk sadar bahwa jangan pernah menyia-nyiakan seseorang yang benar-benar tulus mencintaimu. Menerima segala kekurangan dan kelebihan. Jika kau menyia-nyiakannya, maka suatu saat akan menyadarinya Ketika seorang tersebut telah pergi dari hidupmu.

       Bila dianalisis dari diksi-diksinya kalimat ini menjadi ungkapan hati dari penulis kepada wanita untuk tidak menyia-nyiakan perjuangan dari seorang pria yang benar-benar mencintai setulus hati. Dan penyesalan akan datang Ketika seorang pria yang tulus mencintai pergi selama-lamanya.

 

Kelak kau kan menemui ketiadaanku,

Merindukann kehadiranku,

dan menyesali kepergianku.

Setelah kau menyadari bahwa

Ada hati selapang ini.

Tak ada hati

Yang bersedia

Menerima

Segala kekuranganmu. ( Hal. 21)

 

       Dalam Kutipan Kalimat no. 9 diatas, diksi-diksinya lebih tertuju pada nasehat Penulis kepada para pembaca agar tidak berlebihan mempunyai rasa pada Manusia , agar tidak terlalu berharap pada otrang lain (manusia). karena jika rasa mencitai yang terlalu berlebihan maka akan berakhir dengan kekecewaan yang berlebih juga.

       Diksi-diksi pada kutipan kalimat dari buku fajar tersebut lebih tertuju pada nasehat pada pembaca agar jangan pernah menaruh harapan pada manusia tetapi manaruh harapah pada ang maha kuasa. Nasehat tersebut terlihat dalam kalimat “Ketika kamu mencintai manusia Sejatuh-jatuhnya, Maka bersiaplah  Kecewa sedalam-dalamnya.”

 

 

Ketika kamu mencintai manusia Sejatuh-jatuhnya,

Maka bersiaplah

Kecewa sedalam-dalamnya. (Hal. 26)

 

    Kalimat ini pada no. 10  muncul dan ditulis oleh fajar di dasarkan pada pengalaman pribadi seorang fajar bahwa semua yang benar-benar mencintai akan berakhir meninggalkan. Jika seorang tersebut tidak dianggap keberadaannya, hal ini terlihat dalam kata “Pernah  bertahan tanpa paksaan” dari kata ini dapat kita simpulkan bahwa penulis berpesan pada pembaca bahwa mereka yang tulus berjuang untuk orang yang dicintai akhirnya akan pergi pada waktunya, karena tak dihargai dan hal yang paling menyakitkan adalah Ketika orang tersebut pergi tanpa pesan ( pergi tanpa pamit).

 

Pada akhirnya yang pernah mencintai tanpa tapi,

Pernah bertahan tanpa paksaan, dan

Pernah sabar menanti sadar pun,

Akan melepaskan tanpa pesan. ( Hal. 43)

      

   Dalam sebuah teks inspiratif umumnya mengambarkan tentang seorang tokoh, dan terkandung ungkapan empati, simpati, kepeduliaan, atau perasaan pribadi (Erwan Rahmat. 2019). Teks inspiratif ini dapat membuat seseorang berbuat baik sebagai hasil dari inspirasi cerita yang ada seperti halnya pada kalimat-kalimat inspiratif diatas.

 

SIMPULAN

     Inspirasi adalah menyatakan benda, tempat , seseorang atau semua benda dan segala yang dibendakan ( Budhi Setianto. 2021).

       Kalimat inspiratif yang menjadi favorit  masyarakat dalam berbagai usia khususnya remaja dan anak-anak adalah kalimat yang sedang di landa patah hati. Kalimat inspiratif memiliki beberapa ciri khas yaitu memiliki tema yang mampu di kembagkan, memiliki alur cerita, memberikan inspirasi dan menggugah perasaan.

     Kalimat inspirasi yang terdapat pada Buku “Ikhlas Paling Serius” didasari oleh faktor perasaan, harapan dan minat.  Dalam kalimat inspiratif “Ikhlas Paling Serius” banyak kalimat berisi tentang mencintai, melupakan, mengkhilaskan, dan menemukan pelangi baru. Dalam analisis kalimat pada buku” Ikhlas paling serius” kebanyakan berisi tentang cara mengkhilaskan orang yag tercinta, diksi-diksi dalam bahasanya sangat mudah dipahami tetapi kebanyakan isi kalimat inspiratifnya yaitu tentang mengkhilaskan sehingga terkesan tau alur kalimatnya.  Namun meskipun demikian Buku “Ikhlas Paling Serius” merupakan buku populer untuk kalangan anak muda, apalagi dilanda patah hati karena kalimat-kalimatnya mampu menguggah para pembaca.

   

SARAN

        Kajian tentang kalimat inspiratif ini semoga diharapkan dapat dipahami oleh baik oleh para pendidik, guru, agar dapat memotivasi siswa yang sedang di landa patah hati dan memotivasi siswa baik selama proses pembelajaran maupun setelahnya. Semoga analisis ini dapat dijadikan sebagai sumbangsih dunia pendidikan, seperti dijadikan sumbangsih bahan ajar.

      

 

DAFTAR RUJUKAN

Sulaiman, Fajar. (2021). Ikhlas Paling Serius. Jakarta Selatan: Mediakita.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

 

Rospita. (2017). Fakultas Kehidupan di Media Sosial. Yogyakarta: Masiva Indonesia

 

Setianto,Budhi Purwowiyanto. (2021).  Glosarim (Kamus Ringkes). Jakarta: H&B/Hert-&- Beyond PERKI Jakarta

     

   Pena, Streno. ( 2020). Kata Bijak Motivasi 2020. Jakarta: Streno Pena

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Legenda Putri Nandi dan Asal Usul Desa Karongan. Buku Masteka dari Sampang

 Konon katanya penguasa ke -6 Raja Majapahit yang bernama Dewi suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana. Ia memperluas kerajaan Majapahit denga...