Oleh
: Moh Ruddin
Saat ini, umat manusia dikejutkan dengan sebuah virus yang mewabah hingga menjadi
pandemi di planet bumi ini. Virus yang disebut dengan Covid 19 atau disebut
virus corona ini pertama kali muncul dikota wuhan cina dan dengan cepat
menyebar keseluruh penjuru dunia termasuk ke indonesia. Virus yang berasal dari
kota wuhan cina itu telah berhasil melumpuhkan dan mengubah tatanan dunia yang
telah ada, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization)
menyerukan agar semua negara didunia ini
melakukan Langkah-langkah untuk menekan penyebaran virus ini diantaranya
: melakukan lockdown, sosial distancing, pakai masker, jaga jarak dan lain
sebgainya. virus ini memaksa umat manusia untuk mengubah pola hidup mereka, mulai dari kegiatan ekonomi,
Pendidikan, politik dan lain sebagainya.
Didunia pendidkan sendiri, covid sedikit banyak telah mengubah tatanan pendidkan. Cara
belajar, mengajar, metode mengajar, dan terutama jarak pembelajaran. Atas dasar
himbauan dari organisasi Kesehatan dunia atau WHO Banyak negara-negara didunia
yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (kuliah online) seperti amerika, cina,
dan lain-lain. Di indonesia sendiri, Pemerintah melalui Menteri Pendidikan menghimbau
kepada segenap instansi Pendidikan terutama dalam instansi perguruan tinggi dan
universitas di indonesia untuk melakukan perkuliahan jarak jauh, (perkuliahan
secara online atau disebut kuliah via daring).
Kuliah
jarak jauh (kuliah online) merupakan satu solusi yang mau tidak mau harus
dilakukan agar perkuliahan tetap berjalan meskipun ditengah era pandemi seperti
ini. Kuliah online merupakan satu solusi dimasa pandemi yang harus diterapkan
agar pembelajaran dapat tetap dilakukan tanpa mengesampingkan strategi menekan
angka penyebaran virus ini.
Hadirnya
inovasi perkuliahan online ditengah pandemi tentunya menyelesaikan persoalan
juga menambah persoalan. Okelah jika ditelisik dari sisi positifnya Perkuliahan
online adalah inovasi yang bisa dikatakan hebat ditengah pandemi ini. Karena
diera 4.0 ini semua kehidupan manusia dilandaskan dengan memanfaaatkan
kecanggihan teknologi, Mahasiswa dapat dengan cepat beradaptasi dengan
teknologi karena setiap hari mereka bersetubuh dengan teknologi (HP android), Mahasiswa
dapat melakukan pembelajaran kapanpun dimanapun dengan memanfaatkan teknologi,
mengakses pengetahuan dan informasi dimananapun dan kapanpun tanpa dibatasi ruang dan waktu. Akan tetapi
meskipun demikian, kita tidak bisa mengesampingkan persoalan yang terdapat
dalam perkuliahn online ini.
Disinilah
tantangan mahasiswa yang mau tidak mau,
suka tidak suka , dan terpaksa harus dihadapi dalam perkuliahan online ini
seperti: Mulai dari gangguan jaringan, pemborosan paket, hp yang lemot atau
disebut hp kentang, kapasitas yang tidak memadai, dan kurangnya fokus dalam
perkuliahan serta permasalahan yang masih banyak lagi yang harus dihadapi
mahasiswa dalam perkuliahan online ini.
Lantas
bagaimana seorang mahasiswa menyelesaikan persoalan-persoalan yang cukup rumit
seperti diatas? Menurut saya, ini merupakan sebuah petanyaan yang hanya bisa
dijawab oleh seorang mahasiswa secara individu. Karena gelar MAHA adalah
identitas diatas segalanya.
Jadi,
pastinya mereka punya cara dan trik sendiri untuk menyelesaikan
persoalan-persoalan diatas. Naik pohon contohnya. Itu adalah salah satu
solusi untuk mendapatkan jaringan.
Menagapa saya mencontohkan demikian? Karena saya (penulis) pernah melakukan hal
seperti itu untuk mendapatkan jaringan. Wkwkwk.
Demikian,
waalahua’lam bisshawab.
Pangarengan
22 November 2020.
Penulis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar